Logo Header Antaranews Makassar

PLN berkolaborasi dengan Rumah BUMN untuk mendorong pengembangan UMKM Selayar

Jumat, 17 Februari 2023 15:28 WIB
Image Print
Ilustrasi. Peningkatan kapasitas pelaku UMKM oleh PLN di Rumah BUMN Selayar, Sulsel. ANTARA Foto/HO-Humas PLN UID Sulselrabar

Makassar (ANTARA) - PT PLN (Persero) berkolaborasi dengan Rumah BUMN terus mendorong pengembangan ekonomi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) Moch Andy Adchaminoerdin menyebutkan sampai saat ini sebanyak 150 UMKM telah menjadi binaan Rumah BUMN Selayar.

"Untuk meningkatkan kompetensi dan kapabilitas UMKM, Rumah BUMN Selayar telah mengadakan pelatihan dan pendampingan dalam hal pengembangan produk sebanyak 11 kali," ujar Andy di Makassar, Jumat.

Enam UMKM binaan Rumah BUMN Selayar sudah memiliki sertifikat halal dari Kementerian Agama.

"Peningkatan kapabilitas pelaku ini selaras dengan visi PLN yaitu mengupayakan agar tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan ekonomi," ujar dia.

PLN turut mendukung para UMKM Mitra Binaan dalam mengembangkan usaha mulai dari kondisi tradisional menjadi go modern, go digital, go online, hingga go global.

“Seluruh Mitra Binaan akan kami dukung terutama dalam peningkatan serta pengembangan usaha agar UMKM menjadi unggul dan mandiri," kata Andy.

Salah satu kisah sukses UMKM Binaan Rumah BUMN Selayar, Madu Asli Selayar (MAS) produknya tidak hanya terjual di pasar lokal Kabupaten Selayar saja, tetapi juga telah menembus pasar nasional.

"Kami bersama Rumah BUMN Selayar juga sedang mempersiapkan agar produk kami dapat menembus pasar internasional," ungkap pemilik MAS Edy Purnomo.

Edy mencatat, sebelum bergabung dengan Rumah BUMN Selayar, omsetnya hanya Rp5 juta setiap bulan. "Setelah bergabung lalu kami dibina dan diberikan pelatihan omset kami meningkat menjadi Rp30 juta tiap bulan bahkan sebagian besar produk kami terjual di luar Kabupaten Selayar," ujar Edy Purnomo.

Sementara itu, Simbiosa Cafe yang merupakan mitra binaan Rumah BUMN Selayar juga merasakan manfaat positif setelah bergabung dengan Rumah BUMN Selayar.

Pemilik Simbiosa Cafe Muh Fathur Rahman mengungkapkan kini produk kopinya telah menembus pasar nasional bahkan pernah mengikuti pameran bergengsi Jogja Coffee Week #2.

"Penghasilan kami juga meningkat, sebelum mendapatkan pelatihan Rumah BUMN Selayar omset kami hanya berkisar Rp10 juta - Rp12 juta, kini omset kami meningkat hingga Rp21 juta per bulan," ujar Fathur.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026