
Pengamat: Perbankan Masih Sulit Kucurkan Kredit Investasi

Jakarta (ANTARA Sulsel) - Pengamat ekonomi Universitas Indonesia (UI), Rofiqoh Rochim menilai perbankan masih sulit mengucurkan kredit investasi karena takut menanggung risiko kredit macet.
"Perbankan umumnya hanya mengucurkan kredit modal kerja, padahal idealnya perolehan dana pihak ketiga (DPK) seimbang dengan pengucuran kredit investasi," kata Rofiqoh di Jakarta, Sabtu.
Menurut Anggota Dewan Etik Pehimpunan Jurnalis Indonesia ini, perbankan enggan mengambil risiko sehingga hanya mengucurkan kredit modal kerja. Mereka sudah dapat melihat hasil produksi, termasuk melihat prospeknya ke depan dengan penyaluran kredit modal kerja.
"Jadi di Indonesia `saving` ini belum sama dengan investasi karena perbankan masih sangat berhati-hati," katanya.
Akibatnya, lanjut dia, penciptaan lapangan usaha baru menjadi tersendat.
Sebagai gambaran, pembuatan lahan baru untuk usaha di sektor pertanian, biasanya terkedala untuk mengakses kredit perbankan.
Padahal hal tersebut dinilai penting untuk mendorong tumbuhnya pelaku-pelaku ekonomi baru. Bukan hanya membantu pelaku usaha yang sudah berhasil menjalankan aktivitas bisnisnya.
Editor : A Salim
Pewarta : Suriani Mappong
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
