
Polres Majene temukan indikasi oknum pedagang permainkan harga sembako

Mamuju (ANTARA) - Polres Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menemukan indikasi adanya pedagang yang mempermainkan harga sehingga memicu naiknya harga sembako di daerah itu.
"Terdapat oknum pedagang yang menumpuk sembako, kemudian menjual kembali dengan harga yang lebih mahal, di saat stok sembako di pasaran mulai menipis, sehingga hal tersebut memicu terjadinya kenaikan harga sembako di Majene," kata Kasat Samapta Polres Majene, Iptu Abdul Rajab, di Mamuju, Selasa..
Ia mengatakan jajaran Polres Majene mendampingi unsur Pemerintah Kabupaten Majene melakukan inspeksi mendadak (Sidak) karena terjadinya kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat di pasaran pada bulan suci Ramadhan 1444 hijriah.
Dari hasil sidak yang dilaksanakan, sejumlah kebutuhan pokok masyarakat mengalami kenaikan seperti telur ayam, beras, cabai dan bumbu dapur lainnya.
Menurut dia, kenaikan harga yang terjadi tersebut karena adanya indikasi oknum pedagang yang ingin bermain curang untuk mendapatkan keuntungan, memanfaatkan meningkatnya permintaan masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya di bulan suci Ramadhan ini.
Oleh karena itu, Polres Majene akan menempuh langkah antisipasi yakni memperketat pengawasan harga dan stok sembako agar tidak lagi memicu kenaikan akibat ulah oknum pedagang.
"Polres Majene bersama pemerintah akan melakukan berbagai langkah antisipasi dan langkah hukum agar kenaikan harga tidak lagi terjadi di pasaran, dan akan menindak oknum yang berlaku curang, " katanya.
Ia mengatakan, Polres Majene akan tetap berupaya dan memastikan harga sembako tetap stabil di bulan Ramadhan agar masyarakat mampu memenuhi kebutuhannya tanpa terbebani ekonominya.
Sementara itu, Bupati Majene Andi Syukri mengatakan pemerintah di Majene bersama Polres Majene akan kembali melakukan sidak untuk memastikan tidak ada lagi kenaikan harga sembako bulan Ramadhan.
Menurut dia, pemerintah di Majene telah melakukan antisipasi sehingga harga bawang di Majene tidak mengalami kenaikan karena stok petani bawang melimpah melalui bantuan pemerintah.
"Sementara harga beras dipastikan akan kembali stabil mengikuti harga pasar karena diupayakan stok tetap tersedia dari kabupaten Polman dan Pinrang," katanya.
Pewarta : M.Faisal Hanapi
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
