Logo Header Antaranews Makassar

Visi-Misi Pasangan DIA Mewujudkan Makassar Kota Dunia

Minggu, 1 September 2013 15:01 WIB
Image Print
Pasangan calon walikota-wakil walikota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto (kanan) dan Syamsu Rizal (kiri), menandatangani ikrar Pemilu damai usai Rapat Paripurna Penyampaian Visi-Misi dan Program Calon Walikota-Wakil Walikota Makassar di Gedung DPR Makass
"Kami berdua perlu mempertegas bahwa Makassar secara geografis sangat strategis dan potensial untuk maju dan dikembangkan menjadi kota yang setara dengan kota moderen yang ada di dunia," kata Ramdhan Pomanto saat pembacaan visi dan misi di Kantor DPR

Makassar (ANTARA Sulsel) - Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto-Syamsu Rizal (DIA) mengangkat visi-misi dan isu strategis dengan mewujudkan Makassar sebagai Kota Dunia yang nyaman untuk semua.

"Kami berdua perlu mempertegas bahwa Makassar secara geografis sangat strategis dan potensial untuk maju dan dikembangkan menjadi kota yang setara dengan kota moderen yang ada di dunia," kata Ramdhan Pomanto saat pembacaan visi dan misi di Kantor DPRD Kota Makassar, Minggu.

Ia mengatakan, visi dan misi yang diajukan pada dasarnya menawarkan apa yang menjadi niat semangat dinamika, impian dan kebutuhan masa depan baru makassar dua kali tambah baik. Selain itu merujuk kepada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Makassar yang telah ditetapkan termasuk masukan dari masyarakat.

Dirinya beserta pasangannya yakin bahwa Kota Makassar akan menjadi kota Super (Sensitif untuk kepentingan rakyat). Disinilah diperlukan pemimpin yang visioner, merakyat serta mempunyai akar yang kuat terhadap budaya lokal yang tumbuh ditengah masyarakat.

Dalam Visi, kata dia, dituangkan tiga pokok pikiran yang secara konseptual diarahkan pada aspek kesejahteraan masyarakat serta tata kelola kota yang nyaman dan penciptaan tata pemerintahan yang baik dengan penerapan pelayanan publik kelas dunia bebas korupsi.

Kota Dunia dimaksudkan adalah kota Makassar yang memiliki keunggulan komparatif, kompetitif dan inklusif yang berdaya tarik tinggi atau memukau dalam banyak hal. Diantaranya, potensi sumber daya alam dan infrastruktur sosial ekonomi yang ditandai karakter masyarakat yang inklusif.

"Nyaman dimaksudkan adalah mewujudkan proses pembangunan yang semakin menyempitkan kesenjangan dan kemandirian secara stabil dengan tumbuhnya tatanan sosial kemasyarakatan mengedapankan prinsip masyarakat yang sejahtera. Sementara Untuk Semua adalah pemanfaatan pembangunan untuk dinikmati semua lapisan masyarakat," ucap Arsitek Nasional ini.

Sedangkan Misi dirumuskan merekonstruksi nasib rakyat menjadi masyarakat sejahtera standar dunia, merestorasi tata ruang menjadi kota nyaman berkelas dunia serta mereformasi tata pemerintahan menjadi pelayanan publik kelas dunia bebas korupsi.

Syamsu Rizal yang juga diberi kesempatan berbicara mengatakan, terkait dengan isu-isu strategis dia menyebutkan, angka pengangguran di makassar tergolong tinggi mencapai 9 persen atau 65 ribu dari jumlah angkatan kerja yang tersedia sesuai dengan data statistik 2012.

Sementara jaminan sosial kemasyarakatan masih jauh dari harapan, begitupun kesehatan gratis belum memuaskan hingga pendidikan gratis belum sepenuhnya gratis. Sedangkan pertumbuhan sampah di makassar belum terkendali dan tenaga kerja yang kurang terampil diperparah sulitnya modal usaha, pemukiman jauh dari ukuran layak huni serta kurangnya penghijauan kota atau RTH.

Tidak hanya itu kemacetan tidak terurai serta banjir mengintai setiap saat, laju pertumbuhan kota sulit dikendalikan. Pulau dan pesisir pantai terancam abrasi, sistem trasportasi publik yang semberaut, inftastruktur kota masih terbatas, pembangunan fisik belum merata, taman hijau masih minim serta penataan lorong-lorong yang tidak merata.

"Arah dan sasaran kebijakan ada delapan jalur menuju masyarakat sejahtera dengan standar dunia melalui rekonstruksi nasib rakyat. Delapan jalur masa depan menuju kota nyaman kelas dunia dengan reformasi tata ruang kota dan delapan jalur masa depan menuju pelayanan kelas dunia bebas korupsi melalui tata pemerintahan yang efektif dan efesien," paparnya.

Ramdhan Pomanto kembali mempertegas delapan jalur merekonstruksi nasib rakyat seperti, penciptaan 500 ribu peluang kerja dan bisnis baru dalam kurun waktu lima tahun. Penyediaan asusransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi pensiun, bantuan hukum, infaq dan zakat bagi kaum duafa. Pemeriksaan dokter, Labolatorium hingga penyediaan obat semua gratis.

"Penukaran sampah dengan beras serta pelaksanaan training keterampilan secara gratis dan dana bergulir Rp50 juta per Kepala Keluarga, kemudian penyediaan rumah beton layak huni dengan subsidi 50 persen serta pembutan taman hijau secara vertical pada lorong-lorong diseluruh kota," ungkapnya.

Untuk Restorasi tata ruang kota lanjutnya, penanganan kemacetan, sampah dan banjir. Pembentukan badan pengendali kota. Pembangunan waterfront city dan penyelamatan pesisir pantai dan pulau kecil. Pembangunan sistem trasportasi publik kelas dunia, penambahan infrastruktur kota berkelas dunia, pembangunan biring kanal city dan 8 ikon kota lainnya, pembagunan taman tematik hingga penataan lorong secara konfrehensip.

"Sementara reformasi tata birokrasi menuju pelayanan publik berstandar dunia seperti, peningkatan dan penciptaan BUMD secara profesional, pemberian insentif pada RT/RW, eselon II sampai honorer, imam masjid, pemadi mayat, guru PAUD, guru sekolah minggu dan kader posyandu.

"Pelayanan publik langsung kerumah warga, penyediaan fasilitas pelayanan publik terpusat dan terpadu di setiap kecamatan, pemberian qouta anggaran perkelurahan minimal Rp2 miliar, pembebasan pembayaran internet diruang publik kota atau cyber city, kemudian pembayaran pajak dan retribusi tahunan secara on line hingga pembentukan makassar `Incoorporated Bank Makassar," tutupnya. ES Syafei



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026