Logo Header Antaranews Makassar

Visi-Misi Pasangan `SuKa` Ciptakan Makassar Kota Maju

Minggu, 1 September 2013 15:47 WIB
Image Print
"Angka Pertumbuhan ekonomi Makassar ini tertinggi se-Sulsel sekaligus lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan ekonomi secara nasional," ujar Wakil Wali Kota Makassar ini.

Makassar (ANTARA Sulsel) - Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar Supomo Guntur-Kadir Halid (Suka) mengangkat visi menciptakan Kota Makassar menjadi Maju, Mandiri, Bersih dan Bermartabat.

"Sedangkan misinya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berwibawa, percepatan pertumbuhan ekonomi berkeadilan, hingga peningkatan pelayanan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas dan berkeadilan," kata Supomo saat pembacaan visi dan misi di Kantor DPRD Kota Makassar, Minggu.

Lanjutnya, peningkatan pelayanan publik yang prima, kehidupan bermasyarakat yang harmonis, demokrasi dan toleran. Pembangunan berkelanjutan dan berkesinambungan, pemberdayaan masyarakat berlandaskan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal hingga stabilitas politik, ekonomi, sosial budaya dan keamanan.

Ia menyebutkan, pertumbuhan penduduk dari tahun 201 mencapai 1,15 juta lebih kemudian naik pada 2005 menjadi 1,19 juta lebih hingga pada 2011 mencapai 1,35 juta lebih. Artinya laju pertumbuhan penduduk mencapai rata-rata 1,52 persen. Sedangkan data demografi Kota Makassar terbagi atas 14 kecamatan, 143 kelurahan, 980 Rukun Warga (RW) dan 4.867 Rukun Tetangga (RT).

Mengenai dengan pertumbuhan ekonomi, lanjutnya, Makassar adalah salah satu kota dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi pertahun tertinggi se-Indonesia mencapai 9,35 persen dalam lima tahun terakhir.

"Angka Pertumbuhan ekonomi Makassar ini tertinggi se-Sulsel sekaligus lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan ekonomi secara nasional," ujar Wakil Wali Kota Makassar ini.

Terkait permasalahan kota sambung pasangan Supomo yakni Kadir Halid saat diberi kesempatan berbicara menyebutkan, data kemacetan mencapai 33 persen, disusul masalah sampah dan lapangan pekerjaan 11 persen, kemudian kesehatan mahal 7 persen, masalah banjir dan sekolah mahal 5 persen, trasportasi 4 persen, selanjutnya masalah air bersih, korupsi masing-masing 3 persen dan tawuran 2 persen.

Selain itu kesenjangan ekonomi juga menjadi bahan, dalam lima tahun terkahir kata dia, peningkatan pendapatan sebagian masyarakat yang tinggi, belaum sepenuhnya terjadi secara merata. Hal itu tercermin dari jumlah penduduk miskin yang bergerak fluktuatif cenderung meningkat.

"Untuk tahun 2011 penduduk miskin kota makasar mencapai 62,192 ribu KK, sedangkan pada 2012 meningkat tercatat 92.719 ribu KK. Dengan fakta tersebut terdapat disparitas pendapatan antar warga yang cukup besar dan rentan memicu masala-masalah sosial," sebut anggota DPRD Provinsi Sulsel ini.

Mengenai dengan program-program, kata Kadir, dihadirkan 10 program Suka gratis seperti gratis bantuan modal usaha Rp15 juta perunit bagi rakyat miskin, dalam bentuk dana bergulir Rp1 miliar perkelurahan. Kedua program gratis biaya pendidikan mulai tingkat SD, SMP, dan SMA/ Sederajat serta bantuan dana penyelesaian skripsi ditingkat mahasiswa.

Selain itu, program lainnya yakni gratis biaya kesehatan disertai persamaan hak dan kedudukan dalam tindakan medik. Gratis pembuatan akta nikah, kartu keluarga dan kartu tanda penduduk. Program lainnya gratis biaya persalinan dan akta kelahiran. Gratis biaya pemakaman dan angkutan jenazah, gratis konsultasi/pelayanan bantuan hukum bagi yang tidak mampu.

Selanjutnya gratis bedah rumah tidak layak huni setiap tahun untuk 143 kelurahan, gratis pelayanan ambulance, dokter, tenaga medis dalam pertolongan darurat 1x24 jam melalui call center dan program terakhir gratis santunan kematian.

"Program unggulan Suka lainnya seperti membuka 100 ribu lapangan pekerjaan, mewujudkan makassar bersih dan bebas banjir, meningkatkan pembangunan jalan kota danlingkungan dan perbikan transportasi publik, mengalokasikan dana bergulir koperasi dan UKM senilai Rp40 miliar pertahun.

"Meningkatkan kualitas dan kuantitas tenaga pendidik dan kependidikan, meningkatkan pelayanan angkutan sekolah. Meningkatkan insentif ketua RT/RW, guru ibadah dan imam masjid serta tunjangan kerja pegawai atau Pakasi," paparnya. N Sunarto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026