Logo Header Antaranews Makassar

Visi - Misi Pasangan Ahao - Halal Sejahterakan Kota Makassar

Minggu, 1 September 2013 19:08 WIB
Image Print
"Visinya mensejahterakan masyarakat makassar pada khususnya dan mensejakhterkan bangsa indonesia pada umumnya," kata Herman dalam pembacaan visi dan misi di Kantor DPRD Kota Makassar, Minggu.

Makassar (ANTARA Sulsel) - Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar Herman Handoko -A bdul Latif AA Bafaddal (Ahao-Halal) memaparkan visi, misi dan starategi mensejahterakan kota makassar sebagai kota baru menuju kota dunia.

"Visinya mensejahterakan masyarakat makassar pada khususnya dan mensejakhterkan bangsa indonesia pada umumnya," kata Herman dalam pembacaan visi dan misi di Kantor DPRD Kota Makassar, Minggu.

Selain visi, misinya adalah melalui program gratis penumpang angkutan umum (pete-pete) dalam kota dengan tujuan mempunyai multi keunggulan seperti jalanan jadi tertib dan lancar serta sebagai salah satu solusi kemacetan kendaraan di makassar.

"Akan kami buatkan titik-titik halte diseluruh makassar dan semua penumpang tanpa bayar naik dan turun di halte yang telah disiapkan, dan supir tidak perlu mengunakan tanda pengenal dan akan dibuatkan kostum seragam, sehingga tidak ada lagi pengendara yang bisa memacetkan jalan" kata pengusaha ini yang juga keturunan thionghoa.

Selain itu program kedua yakni masyarakat jadi sejahtera dengan penghematan pengeluaran biaya trasportasi, dengan hitungan satu orang bisa menghemat Rp350 ribu perbulan dalam mengeluarkan biaya untuk angkutan umum.

Program ketiga peningkatan pendapatan masyarakat seperti membuat roda ekonomi dari bawah sampai keatas dengan meningkatkan keuntungan perdagangan pada masyarakat daya beli akan ikut meningkat serta mendorong semua sektor perdagangan menjadi lebih berkembang.

Sementara program keempat adalah menghilangkan diskriminasi antar suku dengan kata lain mengurangi sedikit-demi sedikit yang pada akhirnya menghilangkan semua kesenjangan sosial, kecemburuan sosial antar suku dengan suku lain dalam kedamaian dalam kebersamaan.

"Program kelima adalah peningkatan wisatawan berkunjung ke kota angin mamiri Makassar dan tentu akan menambah devisa pemasukan bagi masyarakat makassar khusunya, dengan kata lain lalulintas akan tertib dan para wisatawan merasa nyaman dengan mengunakan pete-pete keliling kota secara gratis," katanya.

Pasangan Herman yakni Abdul Latif menambahkan, menjalankan program gratis pete-pete dengan mendirikan Perusahaan Daerah (Perusda) khusus mengelola angkutan umum, dengan di traineng secara profesional. Pemilik pete-pete akan bekerjasama dengan Perusda dan semua masyarakat akan menikmati angkutan gratis.

"Anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp250 - Rp 300 miliar pertahun, bisa diambil sebagian dari APBD dari Iklan dan peningkatan PAD. APBD kita di makassar Rp1,5-2 triliun dengan hasil iklan di setiap pete-pete bagi pengusaha mempromosikan pruduknya ini maka diyakini peningkatan PAD bisa mencapai antara Rp500 miliar hingga Rp1 triliun," ujarnya. Agus Setiawan



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026