
Pemprov Sulbar programkan ruang pengawet ikan untuk cegah inflasi

Mamuju (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) memprogramkan pengadaan ruang pengawet ikan sebagai bentuk pencegahan terjadinya inflasi di daerah itu.
"Salah satu komoditi penyumbang inflasi tertinggi di Sulbar adalah ikan, itu terjadi karena tidak adanya Cold Storage yang dapat mengawetkan ikan," kata penjabat Gubernur Sulbar Zudan Arif Fakhrullah di Mamuju, Kamis.
Cold storage merupakan ruangan/gudang yang dirancang khusus menggunakan kondisi suhu tertentu dan digunakan untuk menyimpan berbagai macam produk terutama produk cepat rusak dengan tujuan untuk mempertahankan kesegarannya.
Zudan mengatakan ikan yang beredar di pasaran di Sulbar merupakan ikan segar hasil tangkapan nelayan yang langsung dijual dengan harga yang tinggi, sehingga komoditi ikan menjadi penyumbang inflasi.
Oleh karena itu, untuk mencegah terjadinya inflasi maka dipandang perlu menyediakan cold storage guna menampung ikan yang dihasilkan para nelayan.
"Kalau ikan dapat ditampung maka akan ada banyak yang dijual di pasar sehingga harganya tidak akan tinggi, dan tidak akan menjadi penyumbang inflasi," katanya.
Ia mengatakan nelayan dan pedagang ikan sangat mengharapkan cold storage tersebut, karena berpeluang meningkatkan kesejahteraannya dan mengurangi beban ekonomi masyarakat.
"Pedagang akan dapat menyimpan hasil tangkapannya dalam jumlah banyak sehingga akan menguntungkan, dan pedagang juga tidak akan kehabisan stok ikan yang dijual sehingga akan meningkatkan pendapatannya," katanya.
Zudan menyebut pengadaan cold Storage tersebut diupayakan terealisasi di tahun anggaran 2024 dan perencanaannya telah dimulai.
Ia berharap dengan program tersebut, inflasi di Sulbar dapat diatasi pemerintah, karena inflasi merupakan salah satu permasalahan pembangunan di Sulbar.
"Inflasi di Sulbar sebesar 2,88 persen menempati posisi ketiga diantara daerah yang mengalami inflasi, namun demikian pemerintah akan terus mengatasi permasalahan inflasi daerah ini," ujarnya.
Pewarta : M.Faisal Hanapi
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
