Logo Header Antaranews Makassar

Diskominfo Sulsel mengajak warga cegah investasi bodong

Selasa, 22 Agustus 2023 18:00 WIB
Image Print
Tim Satgas Waspada Investasi Sulsel berfoto bersama pada sosialisasi waspada investasi bodong di Kabupaten Pinrang. (ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulsel)

Makassar (ANTARA) - Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo) Sulawesi Selatan yang tergabung dalam tim satgas waspada investasi (SWI) daerah itu, mengajak masyarakat bijak bermedsos untuk mencegah pengaruh dari praktik investasi bodong.

Kabid Aplikasi dan Informatika DiskominfoSP Sulsel Sultan Rakib, dalam keterangannya di Makassar, Selasa, mengatakan hal yang membuat masyarakat gampang tergiur investasi bodong karena bertemunya tiga titik.

Titik pertama adalah kemajuan dan akselerasi transformasi digital, titik kedua adalah gaya masyarakat yang selalu mau kelihatan “wah”, dan titik ketiga adalah kurangnya pemahaman masyarakat tentang literasi digital termasuk literasi digital keuangan.

“Harus waspada sekarang. Pelaku kejahatan gampang memasuki hp (tawarkan investasi). Bersikap bijaklah dalam menggunakan sosial media, jangan biarkan jempol kita mengalahkan pikiran kita,” kata Sultan Rakib pada acara sosialisasi waspada investasi bodong di Kabupaten Pinrang.

Diskominfo bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Diskominfo-SP Sulsel, Polda Sulsel yang tergabung dalam Satgas SWI kini rutin melakukan literasi perbankan di berbagai daerah.

Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 Sulampua Darwisman menganalogikan bahwa investasi daring (online) bodong saat ini sama jenisnya investasi kosping era tahun 1990-an di Kabupaten Pinrang.

“Makanya masyarakat jangan percaya dan selalu menginvestasikan dananya di investasi bodong. Itu sama dulu ya di sini Kospin,” ujar Darwisman.

Dalam kesempatan itu, Darwisman menyampaikan ada beberapa ciri lembaga atau perusahaan investasi online.

Salah satunya adalah yang memiliki izin OJK. Saat ini hanya 102 perusahaan investasi daring di bawah pengawasan OJK, tapi kenyataannya sebanyak 3.000-an jasa investasi bodong beredar.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026