Logo Header Antaranews Makassar

Bapanas: Stok pangan di Sulbar relatif stabil

Selasa, 22 Agustus 2023 19:55 WIB
Image Print
Monitoring dan evaluasi terhadap stok dan harga bahan pangan yang dilakukan Tim Monev Terpadu Pengendalian Inflasi di Sulbar, di pasar tradisional Kabupaten Mamuju, Selasa (22/8).

Mamuju (ANTARA) - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan stok dan harga pangan, khususnya pangan pokok strategis di Provinsi Sulawesi Barat relatif stabil.

"Meskipun ada beberapa komoditas mengalami sedikit kenaikan, namun secara umum pasokan tersedia dan harga pangan relatif stabil," kata perwakilan Bapanas Musyafa Al Faruq, pada monitoring dan evaluasi terhadap stok dan harga bahan pangan di Kabupaten Mamuju, Selasa.

Monitoring dan evaluasi tersebut dilakukan bersama Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Ditjen Bina Bangda) Kemendagri dan TPID Sulbar yang tergabung dalam Tim Monev Terpadu Pengendalian ilInflasi.

Kegiatan monitoring dan evaluasi terpadu itu sebagai tindak lanjut Surat Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Nomor : 500.2.5/8872/Bangda tanggal 10 Agustus 2023 perihal Monitoring Evaluasi Terpadu Lintas Kementrian/Lembaga.

Pasar yang sempat dikunjungi tim Monev Terpadu itu, adalah Pasar Baru dan Pasar Lama Mamuju.

"Kunjungan di pasar tradisional di Mamuju itu untuk mendapatkan wawasan lebih mendalam mengenai kenaikan harga pangan di dua pasar tersebut," katanya.

Dari pemantauan itu lanjutnya, beberapa bahan pangan yang mengalami penurunan harga, diantaranya cabai rawit merah dan bawang merah sedangkan beras mengalami kenaikan harga.

"Kami bersama-sama kementerian terkait selalu berupaya melakukan stabilitasi pasokan dan harga pangan untuk menjaga inflasi di Sulbar," ujar Musyafa.

Ia juga menyampaikan bahwa terdapat beberapa program yang dilakukan untuk menekan kenaikan harga di pasaran, diantaranya melalui program beras SPHP bekerja sama dengan Perum Bulog, dengan menjual beras seharga Rp9.450.

"Juga, Dinas Ketahanan Pangan Sulbar, rutin mengadakan gerakan pangan murah yang bekerja sama dengan Bank Indonesia," kata Musyafa.

Sementara itu, Perwakilan Ditjen Bina Bangda Kemendagri Triyadi berharap Satgas Pangan Daerah tetap membangun kolaborasi yang masif ke pusat, untuk tetap menjaga inflasi sesuai dengan target nasional.

"Ini adalah menindaklanjuti rapat mingguan Mendagri guna pengendalian inflasi, karena inflasi ini kerja kita bersama antara pemerintah daerah dan pusat," ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa salah satu cara menghadapi El Nino saat ini, yakni dengan sinergi dan melakukan pengairan dengan petani.

"Satgas pangan juga perlu melakukan operasi terkait dengan pedagang dan juga kontributor pasar untuk mengecek harga di pasar," katanya.

Sedangkan Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sulbar Gunawan Purbowo mengatakan ketika harga pangan di pasaran naik melewati batas kenormalan, maka pihaknya akan turun lapangan agar daya beli masyarakat tetap terjaga.

"Kami juga mendukung subsidi angkutan untuk menjamin kelancaran transportasi distribusi pangan di daerah, terutama pendistribusian langsung kepada masyarakat melalui pasar murah yang dikoordinir langsung oleh Dinas Ketahanan Pangan," terang Gunawan Purboyo.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026