Umum - Atlet Kabupaten Pangkep Mutasi ke Makassar

id koni sulsel, mutasi atlet, porda xv bantaeng

"Jika dalam babak kualifikasi yang digelar minggu lalu ternyata lolos, maka dia layak dan sah tampil di Porda," katanya.
Makassar (ANTARA Sulsel) - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Selatan menyatakan, seorang petenis meja Kabupaten Pangkep telah melakukan mutasi ke Makassar jelang Pekan Olahraga Daerah (Porda) XV/2014 di Bantaeng.

Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Sulsel Nukhrawi Nawir, di Makassar, Kamis, menjelaskan atlet tersebut pindah ke Makassar karena mengikuti orangtuanya. Atlet yang bersangkutan sesuai aturan tetap bisa memperkat tim Makassar di Porda 2014.

"Jika dalam babak kualifikasi yang digelar minggu lalu ternyata lolos, maka dia layak dan sah tampil di Porda," katanya.

Sesuai aturan, kata dia, atlet yang melakukan mutasi diwajibkan berdomisisi minimal enam bulan pada daerah yang akan diperkuatnya sebelum pelaksanaan Porda. Porda Bantaeng sendiri direncanakan akan digelar sekitar September-Oktober 2014.

Sebaliknya bagi atlet yang tidak sesuai aturan, KONI Sulsel telah memutuskan akan memberikan sanksi diskualifikasi bagi tim yang dibelanya.

Keputusan tegas itu diambil demi menghindari terjadinya protes dari tim lain yang justru dapat menggangu kelancaran pelaksanaan Porda 2014.

"Keputusan itu juga sudah kita sepakati dalam musprov bersama seluruh KONI se-Sulsel. Makanya jika masih ada daerah yang ngotot menurunkan atlet bayaran atau tidak sesuai aturan maka akan langsung didiskualifikasi dari pertandingan," jelasnya.

Ketua KONI Bantaeng Ahmad Karim, menyambut positif keputusan tegas KONI Sulsel terkait masalah atlet ilegal. Pihaknya juga akan memperketat proses registrasi atlet untuk menghindari penggunaan atlet bayaran pada ajang empat tahunan tersebut.

Menurut dia, penggunaan atlet bayaran tidak hanya menimbulkan protes dari peserta lain. Hal itu juga tidak sesuai dengan tujuan Porda untuk mencari bibit atlet yang dapat memperkuat Sulsel baik ditingkat nasional hingga internasional.

"Kita sejak awal memang sudah meminta KONI Sulsel menerapkan saksi tegas terhadap tim yang tetap berani menggunakan atlet luar. Kita juga meminta setiap daerah lebih fokus pembinaan jika ingin berprestasi di Porda," ujarnya. J Suswanto
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar