Logo Header Antaranews Makassar

Kesenian Sulbar dan Kulon Progo semarakkan F8 Makassar

Jumat, 25 Agustus 2023 15:40 WIB
Image Print
Kesenian dan budaya Tari Garap Angguk asal Kulon Progo, Yogyakarta dipentaskan di event F8 Makassar, Kamis (24/8/2023). ANTARA/HO/Pemkot Makassar

Makassar (ANTARA) - Kesenian dan budaya asal Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat yakni Bala Tau dan Tari Garap Angguk asal Kulon Progo, DI Yogyakarta semarakkan event F8 Makassar.

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto di Makassar, Jumat, mengatakan event F8 adalah ruang silaturahmi budaya se-Indonesia bahkan se-Asia dan dunia.

"F8 mengakomodasi semua kreativitas mulai dari anak muda, begitu pun dengan seni-budaya dari berbagai daerah, seperti pertunjukan seni budaya dari saudara-saudara kita di Polman, Sulbar dan Kulon Progo, Yogyakarta," ujarnya.

Danny -- sapaan akrab Ramdhan Pomanto menyarakan atraksi kebudayaan ini ditampilkan oleh Sanggar Seni Laut Biru asal Polman yang juga merupakan persembahan dari Pemerintah Kabupaten Polman.

Begitupun dengan pertunjukan kebudayaan oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Kulonprogo yang membawakan Garap Angguk juga Sendratari.

Berdasarkan penjelasan dari seniman dari Sanggar Seni Laut Biru asal Polman menjelaskan "Bala Tau" adalah pengadilan dahulu atau pengadilan kuno dari suku Mandar.

Budaya Bala Tau menceritakan penyelesaian sengketa untuk menentukan kebenaran, diselesaikan dengan cara adu perang bagi pria dan adu ketahanan panas pada minyak bagi wanita.

Bagi siapa yang bertahan dalam adu tersebut, maka ia dianggap orang yang benar dalam perkara tersebut.

Pelaku tari berjumlah 12 orang itu memukau penonton. Kisah sedih yang tergambarkan dalam uji kebenaran itu harus merelakan orang yang dicintai pergi dengan kekalahan yang berujung kematian.

Para pengunjung dibuat haru, sedih. Penampilan yang berlangsung selama belasan menit itu berakhir dengan apresiasi penonton F8.

Sementara itu, Tari Angguk yang dipentaskan di F8 Makassar berasal dari Kabupaten Kulon Progo, yang memiliki hubungan erat dengan ritual atau upacara-upacara tradisi yang telah dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat khususnya di desa.

Disebut "Angguk" dikarenakan setiap gerak yang dilakukan selalu disertai dengan mengangguk-anggukkan kepala, selain itu sebelum melakukan satu rangkaian motif gerak juga diawali dengan hormat (menganggukkan kepala dan merunduk), dari sinilah kemudian lahir satu kesenian yang disebut Angguk.

Selain Tari Angguk, perwakilan Pemerintah Kulonprogo ini juga menampilkan Sendratari.

Puluhan pelaku menunjukkan performa luar biasa melalui sendratari ini. Apalagi ditambah drama-drama kehidupan yang dilakoni dalam show ini.

Mereka menghabiskan sekitar satu jam lebih untuk memunculkan performa total mereka di atas panggung F8, bahkan penonton memberikan tepukan meriah di akhir pertunjukan.

Salah seorang pengunjung, Dian Pratiwi yang menyaksikan langsung pertunjukan dua dari kesenian dan budaya berbeda itu mengaku terhibur dan dengan totalitas dari para seniman-seniman tersebut.

"Mereka semua profesional, betul -betul total dalam pertunjukan apalagi ini ditonton ribuan orang. Saat akhir pementasan saja, banyak tepukan riuh dari penonton dan mereka semua puas termasuk diriku," ucapnya.

Usai menampilkan sendratari, Pemkot Makassar melalui Kadis Kebudayaan Andi Herfida Attas memberikan apresiasi berupa cenderamata kepada Pemerintah Kabupaten Kulonprogo.

Wali Kota Makassar menambahkan, event F8 tahun ini jauh lebih semarak dari tahun lalu. Selain dihibur oleh band papan atas seperti Cokelat dan Slank, event F8 ini juga melibatkan sebelas negara.

Diantaranya Singapura, Thailand, Vietnam, Laos, Philipina, Jepang, Malaysia, Prancis, Australia, Portugal, dan India.

Bahkan, lima negara ASEAN mengirim fashion desainer untuk mengikuti F8 di Kota Makassar. Yakni, Singapura, Thailand, Vietnam, Philipina, dan Laos.

Makassar F8 mencakup fiction writer and font, flora and fauna, food and fruit, fusion music, film, fashion, fine arts, folk.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026