Logo Header Antaranews Makassar

Dinkes Sosialisasikan Kesehatan Reproduksi Wanita

Senin, 30 September 2013 13:36 WIB
Image Print
"Upaya pencegahan memang harus dilaksanakan setiap saat. Karena itu, sosialisasi itu penting dilakukan dalam mendorong partisipasi aktif masyarakat untuk bisa menjamin kesehatan reproduksinya sendiri," katanya.

Mamuju (ANTARA Sulbar) - Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat melaksanakan sosialisasi kesehatan reproduksi wanita dengan melibatkan sedikitnya 150 peserta dari berbagai organisasi di kabupaten Mamuju.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulawesi Barat dr Achmad Azis dalam acara sosialisasi di Hotel D Maleo, Senin, mengatakan kegiatan semacam ini sangat penting untuk pencegahan penyakit kelamin wanita.

"Upaya pencegahan memang harus dilaksanakan setiap saat. Karena itu, sosialisasi itu penting dilakukan dalam mendorong partisipasi aktif masyarakat untuk bisa menjamin kesehatan reproduksinya sendiri," katanya.

Acham Azis mengatakan, tingginya angka kematian ibu melahirkan dan angka kematian bayi sebagian dipicu akibat kesehatan reproduksi yang tidak terjamin.

Sementara itu, Ketua DPRD Sulbar H Hamzah Hapati Hasan, mengatakan pihaknya tetap mendorong kegiatan ini untuk menjadikan Sulbar terbebas dari penyakit reproduksi pada 2025.

"Kegiatan ini berawal ketika ada usulan teman-teman LSM pemerhati kesehatan reproduksi wanita pada 2011. Selaku pimpinan DPRD tentu kami merespons untuk dilaksanakan sosialisasi kesehatan reproduksi wanita," katanya.

Ia menuturkan, banyak masyarakat pesisir dan pegunungan masih menggunakan alat pembalut handuk dan kertas koran saat masa haid.

"Karena itu disiapkan anggaran untuk membeli alat pembalut untuk diberikan kepada remaja kategori miskin yang ada di pesisir maupun di wilayah pegunungan," kata Hamzah.

Ia menambahkan, alat pembalut tersebut bisa memenuhi kebutuhan masyarakat selama 12 bulan atau satu tahun.

"Alat pembalut ini akan segera didistribusikan ke desa-desa. Kita berharap bantuan yang tidak populer ini bermanfaat untuk peningkatan kesehatan masyarakat," katanya. EK Sinoel



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026