Logo Header Antaranews Makassar

Bank Indonesia mengapresiasi semangat transaksi digital Pemkab Sidrap

Kamis, 21 September 2023 19:26 WIB
Image Print
Pejabat Divisi Implementasi SP-PUR dan MI Bank Indonesia Sulsel, Edy Kristianto saat menggelar rapat bersama dengan Pemkab Sidrap membahas Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) di Sidrap, Kamis (21/9/2023). ANTARA/HO/Pemkab Sidrap

Makassar (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan yang memaksimalkan pelayanan dengan menerapkan sistem transaksi digital di lingkup pemerintahan maupun masyarakat.

Pejabat Divisi Implementasi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah (SP-PUR) dan Manajemen Industri (MI) Bank Indonesia Sulsel Edy Kristianto melalui keterangannya diterima di Makassar, Kamis, mengatakan Pemkab Sidrap telah memulai sistem transaksi digital di hampir semua organisasi perangkat daerah (OPD).

"Selama ini kami hanya nonton dari jauh, kami hanya merasakan dari data-datanya dan dari sosial medianya, jadi tinggal bagaimana kita bisa lebih tingkatkan lagi semangatnya, yang menjadi pertanyaan apakah itu dapat bertahan terus, itu yang perlu kita evaluasi, itu sebabnya kita adakan pertemuan tingkat tinggi dan monev," ujarnya.

Edy Kristianto berharap setelah mengikuti kegiatan monitoring dan evaluasi, para peserta diharapkan dapat mengimplementasikan transaksi elektronifikasi di lingkup kerjanya maupun kepada masyarakat.

Sebagai contoh di lingkup Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan dan Dinas Koperasi UMKM yang memiliki segmen jangkauan luas, sangat diharapkan untuk digitalisasi.

"Pada rapat kas titipan bersama perbankan di Parepare, beberapa bank mengungkapkan pada musim panen uang kas paling banyak beredar ke masyarakat, kita lihat Sidrap ini sangat strategis, karena diapit beberapa kabupaten. Jadi, ke depannya kita ingin lirik lebih dalam sejauh mana kita bisa digitalisasikan transaksi pada segmen tersebut," katanya.

Menurut dia, dengan digitalisasi pada segmen itu, tentunya memberikan dampak positif kepada petani maupun pihak bank, sehingga lebih memudahkan dalam transaksi.

"Kalau kelompok tani maupun pedagang yang sudah terbiasa dengan transaksi digital, rekam jejak omset penghasilan penjualan akan nampak di rekeningnya, kalau pencatatan baik, penguatan modal dari bank juga lebih mudah," terangnya.

Selain digitalisaai pada segmen pertanian, kata Edy Kristianto, BI juga mengupayakan pada segmen pendidikan, termasuk transaksi digital pada kantin-kantin sekolah tingkat SLTA.

Edy juga mengajak peserta memaknai tujuan digitalisasi bukan hanya sekedar digitalisasi yang tadinya dari tunai ke nontunai, tetapi tujuan digitalisasi ini makna sebenarnya pertumbuhan ekonomi yang berujung pada pemerataan kesejahteraan masyarakat.

"Saya berharap spirit ini terus ditingkatkan, peran seluruh OPD sangat diperlukan. Kita harap bukan saja Bapenda sebagai fasilitator yang terus mengupayakan digitalisasi ini, tapi peran seluruh OPD juga diperlukan, kalaupun ada kendala yang dihadapi, BI siap membantu," ucapnya.

Sekda Sidrap Basra dalam sambutannya mengatakan triwulan II adalah waktu yang sangat penting untuk melihat kembali pencapaian, mengidentifikasi tantangan dan merencanakan langkah-langkah selanjutnya untuk mencapai tujuan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).

"Kami yakin, ETPD dapat menciptakan transparansi informasi kepada masyarakat dalam upaya mewujudkan good governance dan dapat menghindari kebocoran dalam penerimaan PAD, karena semua transaksi terdigitalisasi," sebutnya.

Dia menyatakan dalam dua tahun terakhir ini banyak kemajuan dan prestasi dalam menerapkan sistem elektronik untuk mengelola transaksi pemerintah daerah, termasuk penggunaan aplikasi pajak dan retribusi daring, pengadaan barang dan jasa, pengelolaan keuangan dan pelaporan keuangan.

Basra mengutarakan posisi penerimaan pajak daerah dan retribusi pasar sampai Agustus 2023 melalui QRIS sebesar Rp9,1 miliar.

Sementara penerimaan saluran pajak dan retribusi secara digital sampai Agustus 2023 mencapai Rp24,7 miliar yang berasal dari penerimaan QRIS, transfer, merchant dan virtual account.

"Ini terwujud berkat upaya bersama tim percepatan dan perluasan digitalisasi daerah, terkhusus Bank Indonesia dan Bank Sulselbar yang berkomitmen bersama untuk melayani masyarakat dengan lebih baik dan memastikan setiap transaksi dijalankan dengan integritas dan akuntabilitas yang tinggi," ucapnya.



Pewarta :
Editor: Redaktur Makassar
COPYRIGHT © ANTARA 2026