
TP PKK Selayar tekan stunting dengan penguatan SMEP

Selayar (ANTARA) - Tim Penggerak PKK Kebupaten Kepulauan Selayar menekan angka prevalensi stunting dengan memperkuat kegiatan Supervisi, Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan (SMEP).
"PKK mendukung Pemkab Kepulauan Selayar dengan memberikan perhatian serius pada penurunan angka stunting," kata Ketua TP PKK Kabupaten Kepulauan Selayar
Andi Dwiyanti Musrifah di Selayar, Senin.
Dia mengatakan upaya menekan angka prevalensi stunting tersebut melalui kegiatan SMEP PKK di Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar.
Berkaitan dengan hal tersebut, Dwiyanti menekankan kepada segenap jajaran PKK untuk segera dan aktif melakukan upaya-upaya intervensi.
Lebih jauh dijelaskan bahwa berbagai upaya telah dilakukan dengan melibatkan banyak pihak, khususnya Dinas Kependudukan dan Keluarga Berencana setempat, termasuk PKK sebagai mitra Pemerintah Daerah di tingkat paling bawah.
Dia mengatakan, semua pihak bersama-sama mendukung SMEP di lapangan, namun diakui penurunan angka stunting khususnya di Kabupaten Kepulauan Selayar belum terlalu signifikan.
Hal itu karena beratnya tantangan yang harus dihadapi, terutama di wilayah kepulauan yang jarak satu pulau dengan pulau lainnya berjauhan.
Karena itu, peran aktif PKK di lapangan terus-menerus didorong terutama dalam mengaktifkan kegiatan-kegiatan Posyandu, PHBS dan Rumah Gizi.
Dia mengatakan, para pengurus dan kader PKK maupun Dharma Wanita diminta berperan aktif dan melakukan aksi nyata dalam pencegahan stunting sedini mungkin mulai tingkat terkecil yaitu keluarga.
“Ketua TP PKK Kecamatan dan Desa harus aktif turun melihat kondisi di lapangan dan memberikan intervensi untuk penanganan dan pencegahan dini, tegasnya.
Hal itu akan tergambar pada catatan SMEP dan juga realisasi 10 Program Pokok PKK di wilayah pendampingan masing-masing. Program yang belum mencapai target akan dibenahi, sementara yang sudah memenuhi target akan lebih ditingkatkan lagi.*
Pewarta : Suriani Mappong
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
