
DKP Sulbar Mampu Redam Aksi Bom Ikan

"Nelayan yang kerap melakukan aksi pengeboman ikan mulai berkurang. Ini lantaran, pengawasan yang dilakukan teman-teman DKP kabupaten giat berpatroli sepanjang perairan Sulbar," kata Kepala Bidang Pengawasan DKP Sulbar Farid Wadji di Mamuju, Senin.
Mamuju (ANTARA Sulbar) - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulawesi Barat, mampu meredam aksi Bom Ikan yang dilakukan para nelayan tradisional di wilayah perairan Selat Makassar.
"Nelayan yang kerap melakukan aksi pengeboman ikan mulai berkurang. Ini lantaran, pengawasan yang dilakukan teman-teman DKP kabupaten giat berpatroli sepanjang perairan Sulbar," kata Kepala Bidang Pengawasan DKP Sulbar Farid Wadji di Mamuju, Senin.
Menurut dia, praktek pengeboman ikan merupakan tindakan pidana karena ikut merusak potensi kekayaan sumber daya alam laut.
Karena itu, kata Farid, bentuk pengawasan gencar dilakukan dalam satu tahun terakhir seiring banyaknya aksi Bom ikan yang dilakukan oleh para nelayan tradisional.
"Para pelaku bom Ikan telah berhasil ditangkap di daerah perairan Majene. Jika tidak salah, terdapat sembilang orang kini menjalani proses hukum," katanya.
Farid menyampaikan, bentuk pengawasan selama ini terkendala kurangnya anggaran dan bahkan DKP provinsi tidak memiliki sarana berupa kapal motor untuk melakukan patroli.
"Selama ini kita hanya menumpang ke kapal milik Polairud Mamuju. Makanya. Kita minta agar Kementerian DKP membantu pengadaan sarana kapal," ujarnya.
Sementara itu kepala DKP Sulbar Farman Parakkasi mengakui jika sarana pendukung untuk melakukan pengawasan laut masih minim.
"Persoalan ini telah kami suarakan di pusat. Kita harapkan, usulan kita diakomodir oleh pemerintah pusat," ucapnya. Ridwan Ch
Pewarta : Aco Ahmad
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
