Logo Header Antaranews Makassar

BKKBN Sulbar menggalakkan gerakan ayo ke posyandu

Minggu, 22 Oktober 2023 05:33 WIB
Image Print
Pemerintah Provinsi Sulbar membentuk satuan tugas penanganan stunting yang akan melakukan pendampingan masyarakat agar membawa anaknya ke Posyandu, di Mamuju, Sabtu (21/10/2023). ANTARA/M Faisal Hanapi

Mamuju, Sulbar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) meminta masyarakat mendukung dan menggalakkan gerakan ayo ke Posyandu untuk menekan angka stunting pada anak balita.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulbar, Junda Maulana, di Mamuju, Sabtu (21/10), Pemerintah Sulbar menggalakkan gerakan ayo ke posyandu untuk mencegah penderita stunting, karena angka penderita stunting di daerah itu masih tinggi atau mencapai 35 persen.

Ia menyampaikan dengan membawa balita ke posyandu maka akan menurunkan stunting, karena balita bukan hanya untuk ditimbang saja, tetapi juga diberikan pelayanan konsultasi kesehatan agar anak dapat diberikan penanganan jika mengalami stunting.

Ia mengatakan, pemerintah Sulbar juga telah membentuk satuan tugas penanganan stunting yang akan melakukan pendampingan masyarakat agar membawa anaknya di Posyandu.

"Pemerintah Sulbar membagikan makanan yang mengandung asupan gizi kepada balita yang datang ke Posyandu seperti sereal dan biskuit kemasan, serta makanan tambahan, berupa bubur kacang hijau kepada ibu dan balita," katanya.

Ia mengatakan pemerintah juga membagikan paket bantuan khusus bagi setiap balita yang terdata berkategori stunting, yakni paket bantuan berisi susu, sereal, daging kaleng, dan kacang-kacangan serta memberikan vitamin A.



Pewarta :
Editor: Redaktur Makassar
COPYRIGHT © ANTARA 2026