
Reklamasi Losari Atasi Abrasi Pantai

"Akibat perubahan iklim, saat ini curah hujan semakin tinggi. Debit air yang dulunya butuh butuh dua minggu, sekarang turun dua hari saja, ini menyebabkan volume air laut bertambah," imbuhnya.
Makassar (ANTARA Sulsel) - Wali Kota Makassar terpilih Mohammad Ramdhan Pomanto menyatakan jika reklamasi Pantai Losari yang dilakukan Pemerintah Kota untuk mengatasi abrasi pantai yang dalam beberapa tahun mulai meningkat gelombang air lautnya.
"Reklamasi itu diukur setelah selesai, apakah bermanfaat atau tidak. Contohnya reklamasi Pantai losari. Seandainya sejak awal pak Ilham tidak bersih keras melakukan reklamasi, maka kemungkinan air laut sudah mendekati kawasan Jenderal Sudirman," tegasnya dalam Seminar Nasional yang dibawakannya di Makassar, Kamis.
Ia mengatakan, reklamasi Pantai Losari memiliki peran penting dalam memperbaiki lingkungan, termasuk mencegah banjir dimana selama beberapa tahun terakhir ini, Makassar sudah mulai terkena dampak banjir.
Danny Pomanto sapaan akrab wali kota terpilih itu memastikan air laut akan sampai di kawasan jalan Sudirman jika sejak awal tidak dilakukan reklamasi pada kawasan pantai Losari.
Hanya saja, kata ahli perencana tata ruang itu, isu reklamasi sudah masuk ke dalam area politik sehingga terkadang orang terjebak dalam prasangka dan akhirnya melawan logika sebenarnya.
"Terkadang reklamasi dianggap sebagai binatang berbahaya dan harus dibunuh. Padahal kalau kita saksikan negar-negara maju seperti Singapura, Jepang, Dubai dan banyak lagi, semua melakukan reklamasi. Terus apakah pemimpin-peminpin negara itu dikatakan gegabah, kan tidak," lanjutnya.
Danny yang juga merupakan konsultan perbatasan pulau-pulau terluar untuk RI ini membeberkan bahwa sepertiga pulau-pulau yang ada di Indonesia mengalami kerusakan akibat abrasi.
"Akibat perubahan iklim, saat ini curah hujan semakin tinggi. Debit air yang dulunya butuh butuh dua minggu, sekarang turun dua hari saja, ini menyebabkan volume air laut bertambah," imbuhnya.
Padahal, menurut penelitian, kenaikan air laut setinggi satu centimeter (cm) saja, bisa menyebabkan kerusakan 100 cm di pesisir. Hal inipula yang dianggapnya sebagai hal yang sangat serius. Makanya salah satu jalan untuk menghindari kerusakan lingkungan dan ancaman bencana yakni dengan reklamasi pantai.
Hanya saja, menurut Danny untuk melakukan reklamasi harus memenuhi sejumlah persyarakat yang sudah diatur. Beberapa unsur yang harus diperhatikan diantaranya rekomendasikan para ahli, memperhatikan peraturan reklamasi, harus memenuhi izin prinsip pemanfaatan ruang, rekomendasi BKPRD, izin lokasi reklamasi, serta ijin pelaksanaan reklamasi. Agus Setiawan
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
