
Pj Gubernur Sulsel: Jangan ada anak putus sekolah

Makassar (ANTARA) - Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Bahtiar Baharuddin menekankan agar jangan ada lagi anak putus sekolah, khususnya di Kabupaten Bone.
"Negara harus betul-betul hadir menyelesaikan persoalan yang ada di masyarakat, sehingga jangan lagi ada anak putus sekolah," katanya saat menerima audiensi Pengurus Dewan Pendidikan Kabupaten Bone di Makassar, Rabu.
Ia menjelaskan dalam pertemuan itu Dewan Pendidikan Bone melaporkan tugas sebagai lembaga mandiri yang dibentuk dan berperan meningkatkan mutu pelayanan pendidikan dengan memberikan pertimbangan, arahan, dan dukungan tenaga, sarana, dan prasarana, serta pengawasan pendidikan.
Dalam pertemuan itu juga dipaparkan beberapa persoalan yang dihadapi, antara lain terkait kualitas tenaga pendidik, ruang belajar, implementasi Kurikulum Merdeka, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang masih stagnan di urutan 23 dari 24 kabupaten/kota, serta jumlah anak tidak sekolah yang masih tinggi walaupun telah mengalami penurunan jumlah signifikan.
Sementara Wakil Ketua Dewan Pendidikan Bone Muhammad Jafar mengungkapkan dunia pendidikan di Bone saat ini masih sangat membutuhkan pembinaan seiring masih banyaknya anak tidak sekolah yang mencapai 48 ribu anak.
"Anak tidak sekolah ini terbagi dua, ada yang pernah sekolah dan tidak. Itu banyak di daerah terpencil dan itu sudah menjadi tantangan buat kami semua, termasuk Dinas Pendidikan Bone, yang merupakan mitra kami," kata Jafar.
Persoalan lainnya, lanjutnya, ada banyak sekolah SD yang hanya memiliki satu guru dengan status pegawai negeri. Selebihnya guru honorer dengan gaji kecil, yang menjadi salah satu faktor rendahnya mutu pendidikan di Bone.
Anggota Dewan Pendidikan Bone lainnya, Mastiawati, menambahkan, di Kampung Bajo, Kecamatan Tanete Riattang Timur, angka anak tidak sekolah tinggi.
"Untuk Suku Bajo, angka putus sekolah tinggi dan tingkat pendidikan rendah. Maka kami masuk, kami punya kelas jauh PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) sekalian juga dengan sekolah alam. Di sana kami ajari membaca," ujarnya.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
