Pengusaha Dukung Niat Pemkot Tikep Bantu PLN

id

Ternate (ANTARA Sulsel) - Para pengusaha di Kota Tidore Kepulauan (Tikep), Maluku Utara (Malut) mendukung niat Pemerintah Kota (Pemkot) Tikep mengalokasikan dana APBD untuk membantu PLN setempat dalam pembiayaan operasional mesin listrik.

"Kami sangat mendukung niat Pemkot Tikep tersebut, karena kondisi listrik di daerah ini sekrang ini sangat memprihatinkan," kata seorang pengusaha di Tikep, Abdul Kamil di Ternate, Jumat.

Para pengusaha di Tikep belakangan ini sulit mengembangkan usaha secara maksimal, bahkan tidak sedikit yang menderita kerugian yang cukup besar, karena PLN setempat setiap hari melakukan pemadaman secara bergilir dengan alasan daya listrik sangat terbatas.

Menurut dia, masalah listrik memang merupakan tanggung jawab PT PLN, tapi kalau Pemkot Tikep ikut berpartisipasi membantu mengatasi berbagai permasalahan di PLN, khususnya yang terkait dengan penyediaan energi listrik kepada masyarakat tentu harus diberi apresiasi.

Pasalnya kalau hanya menunggu dari PLN untuk menyelesaikan sendiri masalah keterbatasan daya listrik Tersebut butuh waktu lama, karena PT PLN Tidore secara nasional memiliki keterbatasan dana untuk meningkatkan daya listrik, terutama di daerah-daerah.

Walikota Tikep, Ahmad Mahifa sebelumnya mengatakan, Pemkot berencana mengalokasikan dana melalui APBD untuk membantu PLN setempat dalam memenuhi kebutuhan biaya operasional mesin listrik agar di daerah itu tidak terjadi lagi pemadaman listrik.

Bantuan dana operasional itu hanya dikhususkan untuk mesin listrik di PLN Tidore yang akan dibeli Pemkot Tikep. Tahun ini Pemkot Tikep membeli mesin listrik berkapasitas 1 MW yang pengoperasiannya akan diserahkan PT PLN setempat.

"Kami sudah meminta kepada PT PLN untuk menghitung biaya operasional yang dibutuhkan mesin listrik 1 MW tersebut. Biaya operasional itu meliputi terutama untuk pembelian bahan bakar dan sarana penunjang lainnya," kata Walikota.

PT PLN Tidore belum menyebutkan secara rinci kebutuhan biaya operasional mesin listrik 1 MW tersebut, namun diperkirakan tidak kurang dari Rp16 miliar pertahun, sebagian besar di antaranya untuk pembelian bahan bakar.

PT PLN saat ini tengah pula membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas 2x7 MW di Tidore. Kalau PLTU itu sudah beroperasi, tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan listrik rumah tangga dan industri di Tidore, tapi juga di Kota Ternate.

(T.L002/B012)

Komentar