
Pemprov Sulsel dan Satgas Pangan bahas ketersediaan bahan pokok

Makassar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama satgas pangan serta distributor maupun pelaku usaha membahas ketersediaan bahan pokok di daerah itu terutama menjelang perayaan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024.
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Andi Muhammad Arsjad membahas masalah tersebut pada rapat terkait ketersediaan bahan pokok, gula, dan minyak goreng di Makassar, Rabu.
"Pertemuan ini untuk membahas langkah konkret dan tindak lanjut pemantauan giat distributor bahan pokok, menjelang perayaan natal dan tahun baru," ujar Muhammad Arsjad.
Pada kesempatan ini, juga dihadirkan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Sulsel, Perum Bulog Sulselbar, Balai Karantina Pertanian Makassar, perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta dihadiri para pengusaha yang selama ini menyuplai pangan dalam skala besar, khususnya komoditas pangan strategis.
Ia mengaku bahwa pelaku usaha yang diundang, termasuk dari distributor gula dan minyak goreng. Mengingat, dua komoditas ini yang berpotensi mengalami kenaikan.
“Ternyata dari sisi ketersediaan stok sampai Januari (2024), insyaallah dipastikan tersedia, akan tetapi dari segi harga diprediksi akan mengalami kenaikan," ungkap Arsjad.
Kenaikan harga ini disebabkan beberapa hal, antara lain nilai lelang awal itu sudah berada di angka Rp15.500 untuk gula. Ini kemudian menyebabkan para produsen tidak bisa menurunkan harga tersebut karena memang pembelian awalnya sudah di angka Rp15.500. Selanjutnya, disebabkan karena mata rantai distribusinya terlalu panjang.
Hal ini, kata dia, akan menjadi pembahasan lebih lanjut untuk mencari solusi perihal tersebut.
Sembari menjalankan salah satu langkah Pemprov Sulsel bersama TPID menghadirkan mobil mini distribution center (MDC) di Makassar, Sulawesi Selatan. Layanan toko sembako murah ini dihadirkan untuk mengintervensi demi mengendalikan harga pangan menjelang natal dan tahun baru.
“Mudah-mudahan dengan kehadiran MDC ini, bisa memperpendek siklusnya. Ini kan kita sedang galakkan bagaimana stok kita bisa tersedia dan harganya juga tentu terjangkau,” jelasnya.
Lebih lanjut, Andi mengatakan bahwa rapat pertemuan ini akan dilakukan secara rutin untuk mendapatkan kesamaan data informatif dan apa yang menjadi faktor penyebab kenaikan, termasuk mendapatkan kondisi atau gambaran ketersediaan dari distributor yang ada.
“Hasil kegiatan ini tentu menjadi bahan rekomendasi kita kepada pimpinan dan menjadi bahan pertimbangan menghadapi natal dan tahun baru,” ujarnya.
Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
