Logo Header Antaranews Makassar

Kemenkumham Sulsel apresiasi program pembinaan kemandirian WBP Lapas Takalar

Minggu, 17 Desember 2023 20:29 WIB
Image Print
Seorang WBP sedang membuat songkok anyam di Lapas Takalar, Sulawesi Selatan. ANTARA/HO-Kemenkumham Sulsel

Makassar (ANTARA) - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sulawesi Selatan Liberti Sitinjak mengapresiasi program pembinaan kemandirian yang dilakukan Lapas Takalar kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) memproduksi songkok anyam.

"Apresiasi terhadap pembinaan ini. Mudah-mudahan pemesanannya akan terus meningkat dan dipasarkan meluas baik secara langsung maupun online," ujar Liberti dalam keteranganya di Makassar, Minggu (17/12).

Menurut Kakanwil, pihaknya selalu meminta kepada Kepala Lapas dan Rutan untuk melaksanakan kegiatan produksi di dalam Lapas dan Rutan sebagai bagian dari pembinaan kemandirian agar menjadi bekal bagi WBP untuk beritegrasi kembali dengan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Lapas Takalar Ashari mengatakan dalam sepekan WBP Lapas Takalar memproduksi 36 buah songkok anyam.

"Songkok anyam ini semakin hari semakin banyak diminati dan pemesannya meningkat. Hal itu terbukti dari tingginya permintaan yang diterima dalam sebulan terakhir ini," ujar Ashari.

Songkok anyam produksi WBP Lapas Takalar, Sulawesi Selatan. ANTARA/HO-Kemenkumham Sulsel

Ashari mengungkapkan WBP Lapas Takalar baru saja menyelesaikan 30 pesanan dari salah satu tokoh masyarakat, dan enam buah songkok pesanan salah seorang petugas di Unit Pelaksana Teknis lain.

"Keseluruhan, WBP Lapas Takalar sudah memproduksi lebih dari 100 buah songkok sejak dimulai pada bulan Agustus lalu," ujarnya.

Menurut Ashari, songkok ini dijual dengan harga bervariatif mulai harga Rp125 ribu sampai 150 ribu, tergantung dari motif dan modelnya.

"Lapas Takalar akan terus berupaya meningkatkan produksi dan pemasaran melalui kerja sama dengan berbagai pihak," katanya.

Ashari mengatakan beberapa bulan lalu yang disaksikan oleh Pj. Bupati Takalar, Lapas Takalar menandatangani MoU dengan dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menegah, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi terkait peningkatan kualitas produk kerajinan WBP.

Ashari berharap, melalui kerja sama ini songkok anyam hasil tangan warga binaan bisa semakin dikenal dan menarik minat masyarakat.(*/Inf)



Pewarta :
Editor: Redaktur Makassar
COPYRIGHT © ANTARA 2026