
PKK Sulsel fokus merampungkan gerakan pasar murah 2023

Makassar (ANTARA) - Penjabat Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel Sofha Marwah, mengatakan pihaknya terus fokus merampungkan pelaksanaan gerakan pangan murah yang akan berakhir pada 29 Desember 2023.
"Hingga saat ini sudah menyelesaikan atau melaksanakan Gerakan Pasar Murah dari Badan Pangan Nasional di 64 titik di sejumlah kabupaten dan kota," kata Sofha di Makassar, Jumat.
Dia menambahkan, pihaknya akan terus dilaksanakan hingga tanggal 29 Desember 2023 dengan target 74 titik lainnya.
Sementara Pangan Murah bersubsidi kerja sama PKK dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, kata dia, telah menyentuh 22.100 paket pada delapan Kabupaten/Kota.
Selain program prioritas dalam pengendalian inflasi dan penguatan ketahanan pangan, pihaknya juga melaporkan kepada tim Monev PKK Pusat telah memantau dan melakukan pembinaan secara langsung pada 18 Kabupaten dan 3 Kota. Termasuk Luwu Timur dan Kabupaten Kepulauan Selayar.
"Dengan komitmen mendukung prioritas program nasional dan program prioritas Provinsi Sulsel, penguatan ekonomi masyarakat dan ketahanan pangan, merupakan isu utama yang menjadi fokus pelaksanaan Gerakan PKK," ujarnya.
Sesuai Misi Gerakan PKK yaitu penguatan ketahanan keluarga utamanya dalam menekan inflasi, Penjabat Gubernur telah mengeluarkan SK yaitu menanam 10 pohon cabai di setiap rumah. Dan kemudian diikuti oleh Kabupaten/Kota.
"Melalui pemanfaatan Aku Hatinya PKK, segenap TP PKK Kabupaten Kota telah bergerak serentak dalam penanaman cabai. Dan agar gerakan ini terus berlanjut, maka perlu untuk menanamkan kecintaan pemanfaatan pekarangan sejak dini," imbuhnya.
TP PKK Provinsi Sulsel, lanjut Sofha Marwah, melalui Pokja II telah menyentuh kegiatan ekstrakurikuler sekolah dengan membuat Lomba Menanam Cabai Ceria bagi siswa PAUD hingga SD. Kegiatan ini dilaksanakan dengan kerjasama salah satu mal di Kota Makassar.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor: Redaktur Makassar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
