Kemenag Majene Akui Kekurangan SDM Bidang Keagamaan

id kemenag majen, sdm bidang keagamaan, sofyan mubarak

"Kendala kita sekarang karena sudah ada ketentuan bahwa nanti saat MTQ sudah tidak bisa lagi mengimpor peserta dari luar Majene. Jadi itu tantangan kita ke depan," katanya.
Majene, Sulbar (ANTARA Sulbar) - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, mengakui jika daerahnya mengalami kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang keagamaan.

"Harus kami jujur kondisi saat ini sulit mendapatkan potensi SDM di sektor keagamaan dan hal itu menjadi tanggungjawab bersama untuk mengatasi persoalan itu," kata Kepala Kemenag Majene, Sufyan Mubarak di Majene, Senin.

Ia mengemukakan, saat ini pasokan SDM di bidang keagamaan khususnya di Majene makin terbilang langka. Buktinya, untuk sekadar mengikutkan penghafal Quran pada momentum sekelas STQ maupun MTQ selama ini selalu saja didatangkan dari daerah lain.

"Kendala kita sekarang karena sudah ada ketentuan bahwa nanti saat MTQ sudah tidak bisa lagi mengimpor peserta dari luar Majene. Jadi itu tantangan kita ke depan," katanya.

Untuk itu, pihaknya mendorong agar lembaga-lembaga pendidikan dapat turut serta menciptakan kader-kader penghafal Qur`an.

"Tentu bukan untuk kepentingan MTQ saja. Tapi kita juga ingin menciptakan generasi yang berakhlak dan berkarakter," ujar sufyan.

Saat ini kata dia, jajarannya menunjuk pihak pondok pesantren segera mengambil peran-peran aktif dalam upaya mempercepat penguatan nilai-nilai keagamaan di Majene.

"Jikaa persoalan ini dibiarkan maka anggapan bahwa Kabupaten Majene merupakan pemasok SDM di bidang keagamaan rupanya tak sepenuhnya benar. Bahkan untuk menyebut Ibukota Afdeling Mandar ini sebagai kota religius kini pun kian pupus," jellas Mubarak. M Taufik
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar