
Polrestabes Makassar gelar pasar murah bahan pokok

Makassar (ANTARA) - Polrestabes Makassar menggelar pasar murah khusus bahan pokok dengan kuota 1.500 paket dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat serta menekan harga jelang Ramadhan 1445 H tahun 2024.
"Pasar murah, terdiri dari beberapa bahan pokok, kemudian kita laksanakan sebanyak 1.500 paket. Dari satu paket itu, masyarakat membayar Rp100 ribu," ujar Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Mokhamad Ngajib di Halaman Polrestabes Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu.
Untuk satu paket sembako tersebut, berisi beras lima kilogram, minyak goreng, terigu, teh, kopi, gula pasir, dan mie instan. Nilainya lebih dari Rp100 ribuan.
"Ini adalah bentuk kepedulian ke masyarakat dimana saat ini ada permasalahan terkait kebutuhan pokok, menjelang pelaksanaan bulan Ramadhan, yah, kita laksanakan pasar murah" kata Kapolres.
Pasar murah itu dilaksanakan atas kerja sama Yayasan Kemala Bayangkari dengan Polrestabes Makassar dengan melihat kondisi kekinian di tengah harga bahan pokok terus merangkak naik sekaligus menekan inflasi.
Pasar murah tersebut , kata mantan Kapolres Palembang ini diharapkan dapat mengurangi beban ekonomi masyarakat dengan harga kebutuhan pokok pada sejumlah pasar tradisional mengalami kenaikan menjelang bulan suci.
Terlihat ratusan warga antre untuk mendapatkan kupon yang kemudian di tukar untuk mendapat paket bahan pokok tersebut yang sudah disiapkan panitia.
Salah seorang warga bernama Dewi yang ikut antre untuk mendapatkan paket sembako tersebut mengatakan melalui pasar murah ini masyarakat terbantu di saat harga-harga bahan pokok naik.
"Tidak ada syarat apa-apa, cukup beli kupon seharga Rp100 ribu dapat beras, kopi, teh, gula pasir, tepung dan mie instan. Satu orang satu kupon. Kita merasa bersyukur sekali, dapat sembako murah, terima kasih," katanya.
Pewarta : M Darwin Fatir
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
