Logo Header Antaranews Makassar

Kurikulum Kewirausahaan Masuk Perguruan Tinggi

Selasa, 7 Juli 2009 07:35 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - Kurikulum kewirausahaan tengah dalam proses untuk masuk dalam mata kuliah di perguruan-perguruan tinggi di Indonesia. Ciputra Grup dan Kopertis Wilayah IX ikut andil dalam proses ini.

Pengurus Kadin Sulsel, Kasim Anies, Selasa, di Makassar, mengatakan, Kopertis wilayah IX akan bertanggung jawab pada penyaluran dana kewirausahaan kepada mahasiswa.

Sementara Ciputra Grup akan memberikan bimbingan melalui tenaga ahlinya tentang bagaimana memulai dan menjalankan usaha pada para mahasiswa.

"Kami berharap para mahasiswa memiliki bekal untuk membangun kewirausahaan setelah mereka menyelesaikan pendidikannya, atau bahkan sejak ia masih duduk di bangku kuliah," katanya yang juga menjadi salah satu dosen pembimbing kewirausahaan di Universitas Muslim Indonesia (UMI).

Di UMI sendiri terdapat lima mahasiswa yang berhasil mempresentasikan usaha hingga akhirnya dinilai layak mendapatkan bantuan modal usaha dari Kopertis Wilayah IX.

Diantara mereka ada yang berusaha secara perorangan dan ada pula yang berkelompok. Nilai bantuannya yang diberikan masing-masing berbeda. Kopertis memberikan modal sebesar Rp7 hingga Rp8 juta untuk usaha perorangan. Sementara untuk kelompok bantuan modal berkisar antara Rp24 hingga Rp25 juta.

"Mahasiswa saya ada yang telah berhasil membuka cabang warung pulsa-nya di luar kampus dari modal awal sebesar Rp7 juta,"jelasnya

Mahasiswa yang ingin mengembangkan kewirausahaannya diminta untuk membuat proposal dengan bimbingan dari dosennya kemudian diserahkan kepada rektor bidang kemahasiswaan di kampusnya masing-masing.

Sebelumnya, Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Ciputra Grup, Kopertis Wilayah IX menyelenggarakan pertemuan untuk mendukung kurikulum kewirausahaan masuk ke dalam mata kuliah di perguruan tinggi yang diikuti oleh dosen-dosen perwakilan dari setiap kampus.

Pertemuan ini diikuti oleh perguruan tinggi negeri dan swasta di wilayah Indonesia timur. Pertemuan serupa juga telah digelar di Jawa, setelah Sulawesi dilanjutkan ke wilayah Sumatera. Rencananya, pertemuan ini akan berkelanjutan.

(T.PSO-100/S016)