
Wisata Tana Toraja Butuh Kepastian Penerbangan

"Selama ini, kendala wisatawan yang ingin ke Tana Toraja dengan menggunakan pesawat terkendala dengan jadwal penerbangan yang tidak menentu," kata Theo disela-sela kehadirannya di Makassar, Minggu.
Makassar (ANTARA Sulsel) - Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung mengatakan, tingkat kunjungan wisata Tana Toraja, Sulawesi Selatan membutuhkan kepastian penerbangan.
"Selama ini, kendala wisatawan yang ingin ke Tana Toraja dengan menggunakan pesawat terkendala dengan jadwal penerbangan yang tidak menentu," kata Theofilus disela-sela kehadirannya di Makassar, Minggu.
Menurut dia, pentingnya kepastian jadwal itu, karena wisatawan khususnya mancanegara harus menghubungkan jadwal penerbangannya dari dan ke daerah lain, sehingga perjalanannya menjadi efektif dan efisien.
Begitu pula dengan para pelaku ekonomi yang membutuhkan waktu yang efisien jika harus ke lokasi objek wisata itu. Berkaitan dengan hal tersebut, Theo berharap penyedia jasa penerbangan ke Tana Toraja dapat memberikan kepastian jadwal, sehingga tidak berubah-ubah.
"Itu penting, agar calon penumpang dapat mengatur jadwal perjalanannya," katanya.
Sementara mengenai tingkat kunjungan ke objek wisata itu, dia mengatakan, pada periode 2013 mencapai sekitar 60 ribu orang. Sedang periode 2014 ditargetkan menj adi 100 ribu orang pengunjung.
Optimisme memperoleh tingkat kunjungan wisata itu meningkat dibanding tahun sebelumnya, karena adanya dua agenda wisata nasioanal yang akan digelar yakni Festival Toraja internasional pada Juli 2014 dan Lovely December yang merupakan agenda tetap akhir tahun.
"Saat ini juga dikembangkan ekotourim, sehingga akan lebih melengkapi objek wisata budaya yang selama ini disuguhkan kepada pengunjung," katanya.
Untuk kegiatan promosi, lanjut dia, pihaknya sudah bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Travel Indonesia (ASITA) Sulsel yang memiliki jaringan di luar negeri. Selain itu, bekerja sama dengan seluruh dinas pariwisata di Indonesia. Agus Setiawan
Pewarta : Oleh Suriani Mappong
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
