
Pemkot Gelar Pelatihan Perencanaan Keuangan SKPD

"Perubahan ini mengarah kepada terciptanya sistem pengelolaan keuangan daerah yang lebih baik melalui penyusunan APBD yang dapat merespon dan merefleksikan dinamika dan tuntutan kebutuhan pembiayaan dalam penyelenggaraan tugas dan fungsi pemerintah s
Makassar (ANTARA Sulsel) - Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kota Makassar menggelar pelatihan perencanaan dan penganggaran keuangan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) agar kedepannya penyusunan jauh lebih baik.
"Pelatihan yang diikuti oleh perwakilan masing-masing SKPD tersebut bertujuan untuk membentuk kemampuan (skill) para pengelola keuangan di SKPD, serta meningkatkan pemahaman dan wawawasan aparat pengelola keuangan mengenai perencanaan sehingga diharapkan nantinya SKPD dapat menyusun perencanaan dan penganggaran yang lebih baik," ujar Plt Sekda Makassar Burhanuddin di Makassar, Kamis.
Ia mengungkapkan, pelatihan itu dianggap penting untuk dilaksanakan mengingat adanya perubahan yang sangat signifikan dan fundamental dengan terbitnya Undang Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Negara.
Kedua aturan yang dikeluarkan itu memberikan kewenangan dan tanggung jawab sepenuhnya kepada masing-masing SKPD untuk mengelola, melaksanakan dan mempertanggungjawabkan anggarannya.
"Perubahan ini mengarah kepada terciptanya sistem pengelolaan keuangan daerah yang lebih baik melalui penyusunan APBD yang dapat merespon dan merefleksikan dinamika dan tuntutan kebutuhan pembiayaan dalam penyelenggaraan tugas dan fungsi pemerintah sebagai wujud pelaksanaan otonomi daerah," tuturnya.
Selain itu, ditekankan pula bahwa APBD harus mampu mencerminkan kebutuhan ril masyarakat serta mampu mendukung kelancaran roda Pemerintahan melalui pembiayaan yang terarah dan berorientasi pada hasil dan manfaat.
Menurutnya melalui pelatihan ini, peningkatan kemampuan aparat dalam bidang pengelolaan keuangan daerah menjadi salah satu prioritas dalam upaya mengantisipasi besarnya tuntutan masyarakat yang semakin kritis dan kompleks dalam pengelolaan dana publik.
"Besarnya perhatian masyarakat membawa konsekuensi logis terhadap kemampuan aparat untuk senantiasa melaksanakan tugas secara jujur, adil, dan penuh kehati-hatian," lanjutnya.
Melalui pelatihan angkatan pertama tersebut, Wali Kota Makassar Ilham Arief Sitajuddin menitipkan harapan kepada seluruh peserta agar wadah ini benar-benar memberikan manfaat dalam mengemban tugas selaku pengelola keuangan daerah.
Meburut dia, pengelolaan keuangan daerah yang bagus dapat menjadi role model perencanaan yang tidak hanya terarah, tetapi juga perencanaan yang dapat memadukan kepentingan masyarakat secara luas dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Agus Setiawan
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
