Logo Header Antaranews Makassar

DPRD Lutra Belajar Atasi Kemiskinan di Makassar

Rabu, 21 Mei 2014 22:55 WIB
Image Print
"Kita sengaja belajar ke Makassar karena kita tahu jika Makassar adalah satu-satunya kota yang pertumbuhan ekonominya sangat pesat dan bahkan mengalahkan pertumbuhan secara nasional. Makanya, kita ingin belajar di Makassar saja," ujar Ketua rombongan

Makassar (ANTARA Sulsel) - Tingginya pertumbuhan ekonomi di Makassar yang mengalahkan pertumbuhan nasional yakni sekitar 9,8 persen pada 2013 itu membuat sejumlah anggota DPRD Kabupaten Luwu Utara berkunjung ke Makassar untuk mempelajari cara mengatasi kemiskinan.

"Kita sengaja belajar ke Makassar karena kita tahu jika Makassar adalah satu-satunya kota yang pertumbuhan ekonominya sangat pesat dan bahkan mengalahkan pertumbuhan secara nasional. Makanya, kita ingin belajar di Makassar saja," ujar Ketua rombongan, Adam Adrian di Makassar, Rabu.

Ia mengatakan, pertumbuhan ekonomi yang sangat tinggi itu dinilainya berhasil dalam menyeimbangkan perekonomian dengan pengurangan angka kemiskinan di Makassar.

"Saat ini Luwu Utara sedang menggagas Ranperda terkait peran pemerintah dalam upaya mengurangi kemiskinan di Luwu Utara. Dimana Luwu Utara meski memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, namun tidak dibarengi dengan penurunan angka kemiskinan bagi masyarakat Lutra," ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kota Makassar langsung meresponnya dan memperkenalkan akan adanya program keluarga harapan yang sudah digalakkan sejak lama.

"Untuk mengatasi kemiskinan, pemerintah dengan beberapa SKPD bekerja bersama untuk memberikan pemahaman kepada keluarga miskin, ibu-ibu sejak hamil hingga melahirkan dibina agar memahami bagaimana anaknya kelak harus mampu mengubah kehidupan mereka dan memberikan pemahaman tentang arti pentingnya sekolah," kata Staf Ahli Wali Kota Makassar Takdir Alim Bachri.

Diketahui jumlah penduduk Makassar saat ini lebih dari 1,7 juta dengan jumlah keluarga pra sejahtera mencapai 58 ribu, kepala keluarga (KK) sejahtera mencapai 55 ribu Sedangkan untuk panti asuhan terdapat 87 panti yang tersebar dengan jumlah anak asuh mencapai 4.060 orang anak. Agus Setiawan



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026