Logo Header Antaranews Makassar

Kadishub NTT : Akses Penerbangan ke Komodo Normal

Selasa, 3 Juni 2014 15:13 WIB
Image Print
"Setelah sehari sebelumnya, banyak penerbangan ditutup, mulai hari ini sudah bisa normal kembali," ujar Imam Pramono.

Kupang (ANTARA Sulsel) - Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Stef Ratoe Oedjoe mengatakan, akses transportasi udara ke Bandara Komodo di Labuan Bajo, Pulau Flores sudah kembali normal pascaerupsi Sangeangapi pada Jumat (30/5).

"Bandara Komodo memang menjadi perhatian khusus karena merupakan akses bagi wisatawan ke Pulau Komodo. Mulai Selasa ini penerbangan ke bandara itu sudah normal," kata Stef Ratoe Oedjoe di Kupang, terkait akses transportasi udara ke Bandara Komodo.

Akses menuju bandara Komodo yang terletak di ujung barat Pulau Flores itu sempat ditutup selama beberapa hari akibat erupsi Sangeangapi pada Jumat (30/5, karena semua maskapai yang melayani rute ke bandara itu membatalkan penerbangan.

Dia menjelaskan, sesungguhnya landasan pacu bandara Komodo tidak terkena dampak erupsi Sangeangapi, tetapi karena jalur penerbangan menuju bandara itu yang terganggu karena abu vulkanik yang terlontar dari erupsi Sangeangapi.

"Dalam beberapa hari ini, kami banyak menerima telepon dari mana-mana, terutama wisatawan yang akan berkunjung ke Pulau Komodo dan kami menginformasikan bahwa, penerbangan ke bandara Komodo sudah normal kembali," ucapnya.

Secara terpisah, General Manager PT Angkasa Pura I Bandara El Tari Kupang Imam Pramono mengatakan, mulai Senin (2/6), jalur penerbangan dari dan ke Kupang, melalui Bandara El Tari kembali dibuka pascaerupsi Gunung Sangeangapi.

"Setelah sehari sebelumnya, banyak penerbangan ditutup, mulai hari ini sudah bisa normal kembali," ujar Imam Pramono.

Dia mengatakan, maskapai penerbangan yang melakukan penerbangan pertama adalah Batik Air, dengan rute penerbangan Jakarta-Kupang mendarat di bandara itu pada pukul 06.00 WITA dan melanjutkan penerbangan balik ke Jakarta pada pukul 08.00 WITA.

Hal itu, kata dia, juga diikuti oleh penerbangan lainnya, dengan sejumlah maskapai yang ada, baik ke Pulau Jawa (Jakarta dan Surabaya) dan juga ke sejumlah bandara perintis di dalam wilayah provinsi kepuluan ini. Chandra HN



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026