Posisi Faisal Terancam di Pelatnas Asian Games

id karate, faizal zainuddin, asian games

"Jika ajang Premier League 2014 seperti rencana awal untuk menjadi bahan evaluasi maka ada kemungkinan terjadi perubahan posisi di pelatnas. Saya kira Fidelys sebagai peraih perunggu punya potensi bergabung di pelatnas Asian Games," katanya.
Makassar (ANTARA Sulsel) - Posisi karateka asal Sulsel, Faisal Zainuddin di Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Asian Games 2014 terancam setelah gagal meraih hasil maksimal dalam Kejuaraan Liga Karate (WKF Karate1 Premier League) Jakarta, 20-21 Juni 2014.

Sekretaris Umum Forki Sulsel, Prof Musakkir di Makassar, Sabtu, mengakui bahwa posisi Faisal yang tampil di nomor kata perorangan putra kemungkinan bisa tergusur oleh rekannya sesama karateka Sulsel yakni Fidelys Loloboa yang justru mampu mempersembahkan medali perunggu bagi timnas.

"Jika ajang Premier League 2014 seperti rencana awal untuk menjadi bahan evaluasi maka ada kemungkinan terjadi perubahan posisi di pelatnas. Saya kira Fidelys sebagai peraih perunggu punya potensi bergabung di pelatnas Asian Games," katanya.

Sejauh ini, kata dia, Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB Forki) belum menggelar rapat terkait hasil yang dicapai timnas Indonesia di kejuaraan dunia tersebut. Pihaknya juga masih menunggu komposisi atlet yang mana saja yang mengalami perubahan.

PB Forki, menurut dia, seperti biasa akan mengirimkan surat resmi ke Pengprov Forki jika sudah mengambil keputusan. Pihaknya hanya berharap hasil evaluasi tidak terlalu berdampak bagi tim karateka Sulsel.

"Kita belum dapat surat resmi tentang perubahan posisi atlet di pelatnas. Kita masih akan menunggu hasil rapat PB Forki selanjutnya," jelasnya.

Menghadapi Premier League 2014, Forki Sulsel menyumbangkan sebanyak 14 karateka terbaik yang terdiri dari empat karateka pelatnas Asian Games dan 10 karateka non pelatnas.

Untuk karateka pelatnas dihuni Bayu Ramadhan (-55 kg), M. Duhril (-60 kg), Hendro Salim (-84 kg) serta Faisal Zainuddin di kategori kata perorangan putra. Sedangkan 10 atlet lainnya yakni Fidelys Lolobua, Asmawati, Wiwik Pertiwi, Rahmawati, Serlita, Magfirah, Yudi Prayogo, Tommy Aditya, Aspar Sesaria, dan Dasril Dwi.

Kejuaraan Premier League 2014 menjadi ajang seleksi promosi-degradasi. Atlet yang bisa meraih hasil terbaik akan tetap dipertahankan. Sebaliknya, bagi karateka yang gagal tentu harus siap digantikan karateka yang lain.

"Liga Premier 2014 ini akan dimaksudkan untuk melihat potensi para karateka baik yang berada di pelatnas ataupun diluar pelatnas. Kami mengakui kejuaraan ini akan lebih meski peluang karateka Sulsel untuk bertahan di pelatnas masih terbuka lebar," ujarnya. FC Kuen
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar