Asisten Tinjau Langsung Penyebab Sepinya TRD Makassar

id asisten ii pemkot makassar, trd, syaiful saleh

"Kita mau lihat kendala apa saja yang menjadi penyebab sepinya terminal ini, silahkan berikan masukan, kalau fasilitas kita berikan dan apa saja yang bisa mendukung kenyamanan penumpang dan pemilik angkutan akan kita sediakan di terminal ini," ujarny
Makassar (ANTARA Sulsel) - Asisten II Pemerintah Kota Makassar Syaiful Saleh melakukan peninjauan langsung ke Terminal Regional Daya Makassar untuk melihat langsung penyebab sepinya terminal terbesar di Indonesia Timur tersebut.

"Kita mau lihat kendala apa saja yang menjadi penyebab sepinya terminal ini, silahkan berikan masukan, kalau fasilitas kita berikan dan apa saja yang bisa mendukung kenyamanan penumpang dan pemilik angkutan akan kita sediakan di terminal ini," ujarnya di Makassar, Kamis.

Syaiful Saleh yang membidangi Ekonomi Pembangunan itu mengatakan, permasalahan terminal yang selalu dikeluhkan oleh para perusahaan otobus (PO) serta supir lainnya yang megeluh karena kurangnya penumpang yang masuk ke terminal bukanlah hal baru.

Tidak maksimalnya bongkar muat di dalam terminal itu juga disebabkan oleh banyaknya supir perusahaan otobus yang tidak mengindahkan peraturan yang ada serta adanya laporan mengenai terminal bayangan yang didominasi oleh mobil berplat hitam.

Pada kesepatan yang sama, Syaiful juga mengimbau kepada semua pemilik PO dan semua pihak yang berkepentingan agar mengindahkan setiap aturan yang ada dan bisa kembali melakukan bongkar muat penumpang di dalam terminal.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi toleransi bagi siapa saja yang terbukti melanggar setiap aturan yang berlaku karena permasalahan ini sudah berlarut-larut.

Sebelumnya, Dirut Perusda Terminal, Hakim Syahrani telah mengeluhkan soal ulah PO yang masih melakukan bongkar muat penumpang dalam kota yang menjadi pemicu utama sepinya terminal tersebut, disamping banyaknya beroperasi terminal liar.

"PO yang masih memiliki izin beroperasi dalam kota ini menjadi penyebab utama sepinya terminal. Sudah ada intruksi wali kota melarang PO beroperasi dalam kota namun tiga PO yakni PO Lita & Co, PO Trans Primadona dan PO Bintang Prima masih belum dicabut Izinnya," jelas Hakim.

Hakim mengatakan bahwa sebanyak 36 PO yang beroperasi juga menjadi ugal-ugalan dan cenderung tidak mengindahkan peraturan yang ada akibat masih adanya izin operasi ketiga PO tersebut.

Dalam waktu dekat Hakim bersama tim gabungan yang diketuai Dinas Perhubungan Makassar berjanji akan segera menertibkan semuanya termasuk penindakan terhadap terminal liar sehingga fungsi terminal tersebut bisa maksimal. Agus Setiawan
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar