Logo Header Antaranews Makassar

Malino Menjadi Andalan Kota Bunga Kabupaten Gowa

Kamis, 16 Juli 2009 14:09 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - Kecamatan Malino, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, masih menjadi andalan kota bunga. Bukan saja di Malino tetapi beberapa kecamatan lainnya di dataran tinggi seperti Tombolo Pao dan Parigi.

Bahkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Kabupaten selalu memperkenalkannya pada setiap kegiatan yang diikuti baik skala nasional maupun internasional, Kamis.

Wakil Bupati Gowa, H Abdul Razak Badjidu usai berkunjung ke Malino, mengatakan, banyaknya pengusaha tanaman hias dan kembang di daerah itu, bahkan sudah ada di Kota Sungguminasa, seiring pula dengan banyaknya permintaan masyarakat ingin memiliki kembang atau tanaman hias.

Apalagi, harganya cukup terjangkau sehingga masyarakat berhak membawa pulang ke rumahnya tanpa mengeluarkan uang terlalu banyak.

Begitu pula bibit tanaman lain seperti mangga, rambutan, durian dan langsat juga banyak dijual untuk ditanami depan rumah atau kebun yang mendukung program Pemprov Sulsel, "Go Green Sulsel".

Khusus yang menjual tanaman hias di depan Istana Balla Lompoa, Pemkab Gowa meminta kepada para penjual tanaman hias agar tanamannya maupun bibit lainnya diatur sedemikian rupa sehingga kelihatan rapi.

Bila ini dilakukan, otomatis pihak pembeli juga berminat ke tempat itu. Selain membeli tanaman hias juga menjadi ajang hiburan di waktu sore hari.

"Makanya pada waktu sore banyak sekali orang yang nonkrong di tempat itu. Bukan saja dengan maksud membeli, tetapi juga sekadar untuk melihat-lihat tanaman hias atau bunga yang umumnya tumbuh di wilayah pegunungan," jelasnya.

Menyangkut tanah yang cocok untuk tanaman ini, pihak pengusaha sengaja mengambil tanah dari Malino atau daerah dataran tinggi lainnya. Jadi, tanamannya kita sesuaikan dengan dimana banyak tumbuh dan tanahnya kita ambil.

Hal senada juga dilontarkan oleh Mulaidy Machmud (37), salah seorang pengusaha tanaman hias di kawasan Istana Balla Lompoa.

Dia mengaku tanaman hias dan bibit buah-buahan yang dijual disesuaikan dengan tanahnya. Banyak tanaman yang mati karena tanahnya tidak cocok sehingga harus mengambil tanah disesuaikan daerah mana tanaman hias ini berkembang.

Yang pasti, lanjutnya, keberadaan tanaman hias ini banyak membantu masyarakat karena tidak perlu jauh-jauh ke Malino sekadar untuk membeli tanaman hias dan bibit buah-buahan lainnya. Semua bibit dapat ditemukan di depan kawasan Istana Balla Lompoa Sungguminasa.

(T.PK-MH/F003)