
Musrenbang kecamatan di Kota Makassar bahas pemberdayaan ekonomi

Makassar (ANTARA) - Sejumlah kecamatan di Kota Makassar mulai melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), salah satunya Kecamatan Wajo yang membahas sejumlah isu, seperti pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Muhammad Yasir menjelaskan tujuan utama dari Musrenbang tingkat kecamatan ini adalah menggali dan menyelaraskan usulan rencana kegiatan pembangunan di tingkat kelurahan, yang kemudian menjadi prioritas di wilayah Kecamatan Wajo.
"Penyelarasan usulan hasil Musrenbang kecamatan menjadi bahan awal untuk Rancangan Awal RKPD. Selanjutnya, dokumen ini akan dibahas bersama Kepala Perangkat Daerah dan para pemangku kepentingan dalam Forum Konsultasi Publik," ujar Yasir saat membuka Musrenbang Kecamatan Wajo di Makassar, Senin.
Adapun yang menjadi perhatian dalam Musrenbang kali ini meliputi peningkatan infrastruktur, pengelolaan sampah, penguatan layanan kesehatan dan pendidikan.
Usulan-usulan ini akan menjadi dasar dalam penyusunan program kerja perangkat daerah terkait.
Yasir menekankan forum Musrenbang bukan sekadar kegiatan formalitas, melainkan menjadi momentum pembangunan Kota Makassar.
"Ruh dari Musrenbang adalah menghasilkan usulan-usulan yang menjadi perhatian seluruh SKPD Pemerintah Kota Makassar. Ini adalah komitmen kita membangun kota," katanya.
Untuk itu, ia berharap Musrenbang ini menjadi media interaktif bagi seluruh pemangku kepentingan di Kecamatan Wajo untuk mewujudkan pembangunan Kota Makassar yang lebih baik dan berkelanjutan.
"Saya berharap musyawarah ini dapat menghasilkan kesepakatan yang dapat disaksikan demi kemajuan bersama. Insya Allah, dengan semangat kebersamaan, Kota Makassar dapat terus maju dan menjadi kebanggaan kita semua," ujar dia.
Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
