Logo Header Antaranews Makassar

Microsoft Latih Pejabat Makassar Demi "Smart City"

Jumat, 3 Oktober 2014 17:46 WIB
Image Print
"Pemberian pelatihan sangat penting kepada semua SKPD karena untuk menjalankannya, semua kepala dinas harus mampu mengoperasikan dan mengetahui perangkat yang telah dibuat," ujar Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto di Makassar, Jumat.

Makassar (ANTARA Sulsel) - PT Microsoft memberikan pelatihan khusus kepada seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemerintah Kota Makassar demi menjalankan dan mengaplikasikan semua perangkat yang dibuat oleh perusahaan tersebut bersama mitranya.

"Pemberian pelatihan sangat penting kepada semua SKPD karena untuk menjalankannya, semua kepala dinas harus mampu mengoperasikan dan mengetahui perangkat yang telah dibuat," ujar Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto di Makassar, Jumat.

Pembekalan pelatihan dilakukan langsung oleh tenaga ahli dari PT Microsoft dan NGO CityNet. Pelatihan itu khusus untuk penggunaan aplikasi berbasis web dan "mobile".

Pelatihan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil kompetisi pengembangan aplikasi berbasis web dan "mobile" dalam ajang Makassar CityApp Appathon (Aplikasi Marathon) yang dilaksanakan di Universitas Hasanuddin (Unhas) 1-2 Oktober.

Walin kota mengatakan, kompetisi pengembangan aplikasi yang melibatkan 500 anak muda Makassar akan sia-sia, jika aplikasi yang mereka kembangkan tidak dimamfaatkan dengan baik oleh Pemkot dalam pembangunan kota.

"Kompetisi pengembangan aplikasi berbasis web dan `mobile` dalam ajang Makassar CityApp Appathon (Aplikasi Marathon) yang digelar secara maraton selama dua hari itu telah tercipta suatu aplikasi yang bagus. Akan tetapi, menjadi sia-sia aplikasi itu jika SKPD tidak memahami fungsinya," katanya.

Asia Government Lead at Microsoft,Tony Newling, mengakatakan, peserta pelatihan diberikan pemahaman dalam penggunaan aplikasi yang digunakan oleh sebuah perusahaan di London, terkait pengaduan masyarakat dalam masalah persampahan. Aplikasi tersebut juga telah tersertifikasi oleh ISO 18091:2014.

"Peserta diberikan pemahaman dalam mengakses aplikasi yang bisa melihat daerah mana yang ada sampahnya melalui laporan dari masyarakat, aplikasi ini berupa contoh saja, hampir sama dengan yang dikembangkan di Appathon," Katanya.

Sebelumnya, Tim Universitas Islam Negeri Alauddin III Makassar menjadi juara pada kompetisi pengembangan aplikasi berbasis web dan "mobile" dalam ajang Makassar CityApp Appathon (Aplikasi Marathon) yang digelar Microsoft bersama CityNet dan Pemerintah Kota Makassar.

"Kami dewan juri berdebat dan akhirnya disepakati juaranya mereka (UIN III) dengan aplikasi `macca` (cerdas)," ujar Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto yang juga anggota dewan juri itu.

Kegiatan yang berlangsung sejak Rabu (1/10) hingga Kamis malam itu berhasil menyelesaikan sejumlah tantangan di mana 500 peserta dari beberapa perguruan tinggi serta sekolah menengah atas terkemuka di Makassar yang ikut meramaikan kegiatan tersebut.

Danny mengatakan, Makassar CityApp Appathon merupakan salah satu rangkaian program Microsoft CityNext yang merupakan kerja sama strategis antara Microsoft, CityNet dan Pemerintah Kota Makassar untuk merekonstruksi dan mengembangkan Kota Makassar menjadi salah satu "Smart City" di Indonesia.

Kegiatan marathon itu juga diharapkan mampu mengedepankan inovasi untuk mengembangkan solusi teknologi yang dapat mengatasi berbagai tantangan perkotaan.

Dari 500 peserta terdiri dari pelajar SMU dan mahasiswa se Kota Makassar ini, 10 tim dinobatkan yang terbaik dengan berbagai aplikasi.

Tim UIN III dengan aplikasi `macca` (cerdas) di mana mengambil konsentrasi program pemerintah bebas pengangguran. Aplikasi yang didemonstarsikan di hadapan dewan juri tersebut mengulas bagaimana masyarakat dapat mencari pekerjaan.

Lebih lanjut kata konsultan tata ruang kota ini, dalam pengembangan suatu kota adalah merekonstruksi nasib rakyat menjadi sejahtera standar dunia dan syaratnya adalah pekerjaan.

"Ini sejalan dengan program kami juga yang pertama menuju bebas pengangguran. Dan mereka jawab dengan aplikasi tadi (macca). Selanjutnya kita akan mengundang mereka untuk menyempurnakan. Karena kedepan usai lelang jabatan camat dan lurah wajib mengaplikasi Smart City," katanya. Agus Setiawan



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026