Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) Sulawesi Selatan bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang menggelar sosialisasi paket pekerjaan Rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Saddang Sub Unit Sidenreng 2.
Kepala Satker BBWS Pompengan Jeneberang Andi Faisal Fahrial melalui keterangannya yang diterima di Makassar Rabu mengatakan, pekerjaan rehabilitasi merupakan bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan yang menjadi salah satu cita-cita besar dari Presiden Republik Indonesia.
"Dalam konteks wilayah timur Indonesia, Sulawesi Selatan menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional, dengan total areal irigasi teknis mencapai lebih dari 240.000 hektare," ujarnya.
Andi Faisal menjelaskan, dari luas 240 ribu hektare tersebut, sebagian besar ada di wilayah irigasi yang mencakup sekitar 60.000 hektare.
Area itu tersebar di beberapa kabupaten, termasuk Pinrang, Sidrap, dan sebagian Wajo.
"Yang membanggakan, Sidrap memiliki potensi untuk tiga kali masa tanam -IP 300- dalam satu tahun, sebuah capaian luar biasa yang tidak dimiliki oleh banyak daerah lain di Indonesia,” katanya.
Dia menjelaskan, BBWS Pompengan sangat memprioritaskan wilayah Sidrap dalam program rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi tersebut.
Pembangunan mencakup infrastruktur baru, rehabilitasi saluran irigasi yang rusak, serta modernisasi sistem irigasi untuk mendukung pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan.
“Tahun ini, kami sudah memulai berbagai kegiatan teknis di beberapa unit wilayah irigasi di Sidrap. Kami berharap perbaikan ini akan berdampak langsung pada peningkatan produktivitas lahan dan mendukung program tiga kali tanam yang dicanangkan oleh bupati,” tutur Andi Faisal.
Adapun paket pekerjaan bersumber dari APBN 2025 senilai Rp8,85 miliar. Proyek mencakup perbaikan struktur bangunan, lining saluran dengan beton pracetak, pemeliharaan pintu air, dan pengangkatan sedimen, terutama di bagian hilir saluran menuju BSI 35–36.

