Penderita TBC Sulbar Capai 57.000 Jiwa

id tuberkulosis, tbc, dinkes sulbar, menteri kesehatan

"Kami melaporkan kepada Mentri Kesehatan Nila Moeloek bahwa angka penderita TBC di Sulbar mencapai 57.000 pada 2013, dan yang tertangani mencapai 86 persen," katanya di hadapan Mentri Kesehatan pada rapat kerja kesehatan daerah di Mamuju, Minggu.
Mamuju (ANTARA Sulbar) - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat Dr Ahmad Azis M.Kes menyatakan angka penderita penyakit TB (Tubercle Bacillus) atau Tuberkulosis (TBC) paru positif mencapai 57.000 jiwa.

"Kami melaporkan kepada Mentri Kesehatan Nila Moeloek bahwa angka penderita TBC di Sulbar mencapai 57.000 pada 2013, dan yang tertangani mencapai 86 persen," katanya di hadapan Mentri Kesehatan pada rapat kerja kesehatan daerah di Mamuju, Minggu.

Acara itu turut dihadiri lima bupati dari enam kabupaten di Sulbar, para Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Rumah Sakit di Sulbar.

Ia mengatakan bahwa pemerintah setempat telah melakukan upaya penanggulangan penyebaran virus penyakit TBC yang saat ini telah banyak menyebar di masyarakat Sulbar ini.

Menurut dia, terbatasnya anggaran pemerintah daerah di bidang kesehatan merupakan kendala dalam rangka menekan penderita penyakit tersebut.

"Anggaran kesehatan Sulbar tidak mencapai 10 persen dari APBD Sulbar sebesar Rp1 triliun, dan hanya separuh yang mampu dipenuhi pemerintah dari idealnya anggaran kesehatan sesuai amanat undang undang itu, inilah menjadi kendala memaksimalkan pencegahan TBC," katanya.

Menurut dia, pemerintah pusat mesti membantu Sulbar dalam mengantisipasi masalah kesehatan dan upaya meningkatkan pelayanan kesehatan termasuk menekan angka penderita TBC.

Penyakit TBC perlu diwaspadai karena penyakit tersebut berawal dari kuman cepat menyebar kemana-mana, khususnya kepada siapa saja yang kondisi kesehatannya lemah," katanya.

Ia menjelaskan, satu orang penderita TBC saja yang tak tertangani secara medis akan menimbulkan 10 orang penderita yang tertular dalam setahun. Rolex Malaha   
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar