Logo Header Antaranews Makassar

Gubernur : Sulbar siapkan generasi muda tangguh dan cakap teknologi

Rabu, 23 Juli 2025 21:37 WIB
Image Print
Gubernur Sulbar Suhardi Duka (tengah) saat membagikan buku secara simbolis, pada peringatan Hari Anak Nasional dan peluncuran Gerakan Sulbar Mandarras, di SMA Negeri 1 Mamuju, Rabu (23/7) ANTARA/HO/Diskominfo Sulbar

Mamuju (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Suhardi Duka mengemukakan bahwa pemerintah provinsi setempat berkomitmen mempersiapkan generasi muda yang tangguh dan cakap teknologi.

"Kita harus mempersiapkan anak-anak kita untuk tangguh secara mental, fisik, menguasai sains, teknologi dan tertanam nilai-nilai patriotisme agar cinta terhadap bangsa dan negaranya," kata Suhardi Duka di sela peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2025 di Mamuju, Rabu.

Peringatan Hari Anak Nasional 2025 yang dipusatkan di UPTD SMA 1 Mamuju itu juga dirangkai dengan peluncuran Gerakan Sulbar Mandarras.

Pada peluncuran Gerakan Sulbar Mandarras, Gubernur membagikan 20 buku bacaan dari berbagai judul kepada siswa-siswi SMA Negeri 1 Mamuju.

Pembagian buku tersebut sebagai simbol dimulainya program gerakan Sulbar Mandarras yang diikuti seluruh SMA, SLB dan SMK se-Sulbar.

Gerakan Sulbar Mandarras, menurut Suhardi Duka merupakan bagian literasi yang hidup, literasi yang membentuk karakter dan literasi yang merawat peradaban.

"Membaca sekali untuk tahu, membaca ulang untuk memahami dan itulah Mandarras atau mengulang," terangnya

Menurut Gubernur, anak-anak sebagai pemilik masa depan perlu dibekali dengan kekuatan mental, fisik dan wawasan.

Ia melihat kemajuan teknologi telah membuat anak-anak semakin akrab dengan dunia global. "Namun, hal ini bukan tanpa risiko. Ada sisi positif, tapi ada juga dampak negatif yang ikut masuk tanpa disadari," katanya.

Untuk menghadapi tantangan itu, Suhardi Duka mengajak semua pihak ikut terlibat membentuk anak-anak yang mampu membagi waktu antara gawai dan buku.

Gubernur menyampaikan bahwa pihaknya telah membuat surat edaran bagi anak-anak SMA atau SMK, harus dan wajib membaca 20 judul buku sebagai salah satu syarat kelulusan.

"Dua dari buku diantaranya yang diwajibkan, adalah kisah perjuangan Andi Depu, tokoh perempuan pejuang kemerdekaan dan perjalanan hidup Baharuddin Lopa, sang pendekar hukum," kata Suhardi Duka.

Gubernur memerintahkan Kepala Dinas Perpustakaan Sulbar pengadaan dua buku tersebut untuk diedarkan ke sekolah.

Gubernur menginginkan anak-anak tidak hanya cakap teknologi, tapi juga mengenal nilai-nilai perjuangan dan karakter pemimpin dari daerah mereka sendiri. "Saya ingin anak-anak tidak hanya cakap teknologi, tapi juga mengenal nilai-nilai perjuangan dan karakter pemimpin dari daerah mereka," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan Sulbar Mustari Mula menyampaikan pengadaan buku itu merupakan implementasi terbitnya surat edaran Gubernur terkait dengan peningkatan indeks literasi masyarakat Sulbar, yang salah satu poinnya mewajibkan membaca 20 buku untuk siswa SMA dan SMK.

"Kami dari tiga dinas, yakni Dinas Perpustakaan, Dinas Pendidikan serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak telah membentuk tim kerja, salah satunya membuat petunjuk teknis (juknis)-nya," kata Mustari Mula.

Termasuk akan melaksanakan pengadaan dua buku wajib bacaan pejuang Andi Depu dan Profesor Baharuddin Lopa. "Kita akan menyiapkan bahan bacaan itu dan menyebarkan ke perpustakaan sekolah di bawah naungan Pemprov Sulbar," ujar Mustari Mula.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026