Logo Header Antaranews Makassar

PGN kuatkan infrastruktur gas menjawab tantangan akses energi nasional

Senin, 28 Juli 2025 21:47 WIB
Image Print
Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara (PN) Tbk Arief S Handoko (kiri) didampingi Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas Kurnia Chairi (kanan) menjelaskan komitmen PGN penguatan dan percepatan infastuktur distribusi energi bersih dan merata saat diskusi 'Coffee Morning' bersama CNBC Indonesia  belum lama ini di Jakarta.  ANTARA/HO-Dokumentasi Humas PGN.

Makassar (ANTARA) - PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk Subholding Gas Pertamina mempertegas komitmennya memperkuat dan mempercepat infrastruktur gas bumi nasional dengan memastikan pasokan energi bersih yang andal, terjangkau serta merata, guna menjawab tantangan distribusi dan akses energi nasional.

"Berkaca dengan kondisi saat ini, permintaan gas bumi di wilayah Sumatera dan Jawa bagian barat sangat tinggi, namun masih terdapat kekurangan infrastruktur gas bumi yang memadai. Sementara pasokan gas justru berlebih di wilayah Jawa Timur," ungkap Direktur Utama PGN, Arief S Handoko melalui siaran persnya diterima, Senin.

Dalam diskusi 'Coffee Morning' bersama CNBC Indonesia di Jakarta belum lama ini, Arief mengemukakan infrastruktur menjadi kunci utama dalam memperkuat konektivitas distribusi gas.

Melalui strategi pengembangan jangka panjang, PGN terus menjawab tantangan mismatch antara lokasi pasokan dan permintaan gas bumi, khususnya di wilayah dengan kebutuhan tinggi seperti Sumatera dan Jawa bagian barat.

Untuk mengatasi hal tersebut, kata dia, PGN berupaya memenuhi sebagian permintaan gas melalui pemanfaatan LNG sebagai alternatif pasokan. Arief juga menekankan pentingnya keberlanjutan pasokan LNG domestik, agar dapat dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

"Tantangan selanjutnya adalah bagaimana PGN dapat memperoleh pasokan LNG secara kontinu dan sustain (berkelanjutan), dengan harga yang tetap kompetitif bagi pelanggan," katanya menambahkan.

Sejalan dengan pandangan itu, Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas Kurnia Chairi menyatakan, potensi pasokan gas di Indonesia secara nasional masih mencukupi, namun distribusinya sering terkendala oleh ketidaksesuaian lokasi antara produksi dan konsumsi.

"Secara overall dari keseluruhan suplay kita tidak defisit karena kita ekspor, artinya memang kita kelebihan gas. Cuma memang seperti yang disampaikan pak Arief, ada lokasi tertentu di mana buyer (pembeli) kita berkumpul di sana dan tidak pas dengan sumber pasokannya," tutur dia.

Terkait harga LNG, Ketua Indonesian Gas Society (IGS), Aris Mulya Azof menekankan hal yang sama, bahwa pergeseran dari pemanfaatan gas pipa ke LNG memunculkan tantangan baru.

Terutama dalam struktur harga yang mengikuti acuan internasional, serta kompleksitas infrastruktur yang lebih tinggi. Menurutnya, diperlukan kebijakan yang terintegrasi dari pemerintah untuk mengantisipasi dinamika tersebut.

Saat ini, PGN tengah mengembangkan berbagai proyek strategis, baik infrastruktur gas pipa maupun LNG. Proyek tersebut antara lain ialah pembangunan Pipa Tegal-Cilacap, Terminal LNG Arun, serta melakukan Revitalisasi FSRU dan tangki penyimpanan.

PGN juga mencanangkan alokasi investasi sebesar 67 persen dari total capex sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat infrastruktur gas bumi.

Menanggapi pandangan tersebut Arief menyampaikan, terdapat empat faktor utama yang dapat menjelaskan kondisi gas nasional saat ini, yakni availability (ketersediaan pasokan dari hulu).

Selanjutnya, accessibility (infrastruktur yang memadai), affordability (daya beli pelanggan), dan sustainability (keberlanjutan seluruh aspek dengan dukungan kebijakan dan regulasi dari pemerintah).

Melalui pendekatan strategi Grow-Adapt-Step Out (G-A-S ), PGN terus berupaya memperkuat infrastruktur gas yang tentunya akan meningkatkan accessibility energi. Dari sisi kebijakan, diperlukan komitmen pemerintah untuk memberikan stimulus yang memungkinkan PGN memperoleh LNG dengan harga yang affordable.

"Dengan dukungan pemerintah, PGN siap menjangkau penyaluran energi bersih ke seluruh Wilayah Indonesia," kata Arief kembali menegaskan komitmen PGN.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026