Logo Header Antaranews Makassar

14 Provinsi Bersaing di Kejurnas PPLP Makassar

Rabu, 10 Desember 2014 15:43 WIB
Image Print
"Untuk pertandingannya akan dilaksanakan mulai besok pagi, (11/12). Kejurnas PPLP ini merupakan rangkaian dari pelaksanaan kejuaraan Rowing Asia dan kejurnas 2014," jelasnya.

Makassar (ANTARA Sulsel) - Sebanyak 14 provinsi siap bersaing menjadi yang terbaik pada pelaksanaan Kejuaraan Nasional Dayung antar-Pusat Pembinaan dan Latihan Pelajar (PPLP) di Danau Tanjung Bunga Makassar, 11-15 Desember 2014.

Bidang Pembinaan dan Prestasi PODSI Sulsel Baso Akbar di Makassar, Rabu, mengatakan 14 daerah tersebut di antaranya DKI Jakarta, Jawa Barat, Riau, Maluku, Papua, Sulawesi Tengah, hingga Sulawesi Selatan sebagai tuan rumah.

"Untuk pertandingannya akan dilaksanakan mulai besok pagi, (11/12). Kejurnas PPLP ini merupakan rangkaian dari pelaksanaan kejuaraan Rowing Asia dan kejurnas 2014," jelasnya.

Seluruh tim yang berpartisipasi dalam kejurnas PPLP, kata dia, sudah tiba di Makassar. Bahkan para atlet terbaik dari setiap daerah juga telah memulai uji arena untuk lebih mengenal karakter dar Danau Tanjung Bunga Makassar.

Khusus untuk Sulsel, pihaknya tetap berharap bisa mendapatkan prestasi maksimal. Sulsel juga tetap memberikan kewaspadaan terhadap beberapa tim khususnya Riau yang merupakan pemegang juara umum Kejurnas PPLP 2013.

Pada pelaksanaan 2013, Tim Dayung PPLP Riau berhasil keluar sebagai juara umum setelah mengumpulkan sebanyak delapan medali emas, empat perak dan dua medali perunggu.

Perolehan medali Riau tidak mampu dikejar pesaing terdekatnya, yakni Tim Dayung PPLP Papua dengan tiga medali emas serta DKI Jakarta yang harus puas di peringkat ketiga dengan dua emas, lima perak dan dua perunggu.

"Saya kira peluang atlet PPLP Sulsel untuk meraih prestasi cukup terbuka lebar. Status Sulsel sebagai tuan rumah juga diharapkan semakin meningkatkan motivasi seluruh atlet sekaligus meraih prestasi terbaik," katanya.

Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Sulsel Nukhrawi Nawir mengatakan Kejurnas PPLP seharusnya menjadi momentum pembuktian bagi seluruh atlet apakah masih tetap layak bergabung dalam PPLP atau tidak.

Jika ternyata tidak sesuai yang diharapkan, kata dia, seharusnya mulai dilakukan sistem promosi degradasi atlet. Penerapan sistem promosi degradasi akan membuat atlet terus termotivasi dalam meningkatkan kualitasnya karena takut tersingkir sebagai atlet PPLP, PPAD dan SMA/SMANKO.

Sementara untuk pelatih, kata dia, juga harus secara rutin dilakukan evaluasi. Jika tidak mampu meningkatkan kemampuan atau fisik atlet maka bisa dilakukan pergantian. Apalagi Sulsel cukum banyak memiliki pelatih berkualitas untuk menangani atlet PPLP, PPAD dan SMA/SMANKO.

"Jangan sampai muncul istilah hanya memelihara panti asuhan. Artinya meski tidak memiliki kemampuan namun tetap dijamin dengan anggaran negara. Hal itu tentu tidak sesuai dengan tujuan pembentkan PPLP dan sebagainya," ujarnya. Farochah



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026