Logo Header Antaranews Makassar

Petani Padi Mamuju Minta Dibangunkan Irigasi

Selasa, 30 Desember 2014 16:30 WIB
Image Print
"Lahan pertanian padi masyarakat Mamuju Tengah mulai ditanami sawit karena...

Mamuju (ANTARA Sulbar) - Petani padi di Kecamatan Korossa Kabupaten Mamuju Tengah Provinsi Sulawesi Barat minta dibangunkan sarana irigasi teknis agar dapat mengembangkan tanaman padinya secara maksimal..

"Lahan pertanian padi masyarakat Mamuju Tengah mulai ditanami sawit karena tidak tanaman padi mereka selama ini tidak didukung sarana irigasi," kata petani di Desa Mora IV Kecamatan Korossa kabupaten Mamuju Tengah, Alimuddin, di Mamuju, Selasa.

Ia mengatakan, petani menilai kalau tidak didukung sarana irigasi teknis maka sulit bagi petani meningkatkan kesejahteraannya karena produksi padi yang tidak maksimal bila tidak didukung sarana irigasi memadai.

Oleh karena itu ia meminta agar pemerintah membangun sarana irigasi teknis di wilayah Kecamatan Korossa agar dapat mengembangkan tanaman padi secara maksimal guna meningkatkan kesejahteraannya.

"Kalau sarana irigasi untuk pengairan padi dibangun pemerintah maka petani akan memilih mengembangkan tanaman padi dan tidak mengembangkan sawit, karena dengan irigasi teknis dan memadai maka hasil pertanian padi akan lebih menjanjikan bagi peningkatan ekonomi masyarakat," katanya.

Menurut dia, tercatat puluhan hehktare petani padi di Kecamatan Korossa sudah menanami sawit wilayahnya begitu juga desa lainnya di Kecamatan Korossa.

Ketua Forum Persaudaraan Pemuda Sulawesi Barat, Nirwansyah mengatakan, beralihnya petani padi ke pertanian sawit mesti mendapatkan perhatian pemerintah yang akan meningkatkan pangan nasional.

"Irigasi harus secepatnya dibangun pemerintah mendukung pertanian padi agar petani tetap mengembangkan tanaman padi, pangan daerah ini harus dibangun bukan hanya usaha perkebunan," katanya.

Ia mengatakan, negara yang memiliki pangan yang kuat maka akan maju dan berkembang yang harus menjadi bahan renungan pemerintah yang juga memiliki visi memperkuat pangan nasional. Agus Setiawan



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026