Logo Header Antaranews Makassar

BI : Desa Wisata di Sulsel berpotensi tarik investasi

Kamis, 23 Oktober 2025 05:21 WIB
Image Print
Ekonom Senior Kpw BI Sulsel Deded Tuwanda saat diskusi bertema "Kiprah Bank Indonesia dalam Pertumbuhan Ekonomi Daerah" di Makassar, Rabu malam (22/10/2025). ANTARA/Luqman Hakim

Makassar (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan menyebut desa wisata di provinsi itu memiliki potensi besar menarik investasi, terutama dari sektor riil untuk memperkuat ekonomi daerah sekaligus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

"Sulawesi Selatan itu sangat kuat dengan destinasi-destinasinya. Masing-masing desa wisata itu punya karakteristik keunggulannya sendiri-sendiri," ujar Ekonom Senior Kpw BI Sulsel Deded Tuwanda saat diskusi bertema "Kiprah Bank Indonesia dalam Pertumbuhan Ekonomi Daerah" di Makassar, Rabu malam.

Menurut Deded, potensi ekonomi di tingkat daerah dapat digerakkan tidak sekadar melalui dukungan anggaran pemerintah, tetapi juga lewat dorongan investasi yang berkelanjutan.

Selama ini, ia mengakui pembiayaan ekonomi di daerah masih terlalu bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Kalau kita bicara pembiayaan ekonomi, tentu 'enggak' bisa hanya berharap dari APBD dan APBN saja. Kita sangat berharap pembiayaan ekonomi itu sumbernya juga dari investasi," ujar dia.

Untuk memperluas sumber pembiayaan, BI bersama Pemerintah Provinsi Sulsel mendorong tiap kabupaten dan kota menyiapkan proyek-proyek dalam bentuk "investment project ready to offer" agar bisa langsung ditawarkan kepada investor, termasuk dari luar negeri.

"Ketika sudah ada 'investment project ready to offer' kita bisa tawarkan ke investor, terutama investor asing. Kalau investor asing masuk ke sektor riil, tentu modalnya tidak gampang keluar seperti di surat berharga atau saham. Itu bagus juga karena berimplikasi positif pada nilai tukar rupiah," tutur Deded.

Menurut dia, kekayaan desa wisata di Sulsel bisa menjadi salah satu fokus investasi lantaran memiliki keunikan dan daya tarik tersendiri.

Setiap desa wisata, lanjut Deded, mampu menghadirkan pengalaman berbeda bagi wisatawan, mulai dari keindahan panorama alam hingga kekayaan budaya lokal.

"Misalnya di Bira dengan pantai pasir putihnya, atau di Toraja dengan kekuatan budayanya. Tinggal bagaimana membuat atraksi yang berkelanjutan, sehingga wisatawan bisa 'stay' lebih lama dan melakukan 'spending' di daerah. Itu bagus untuk ekonomi lokal," ujar dia.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sulsel Muhammad Arafah mengatakan Sulsel saat ini memiliki lebih dari 600 desa wisata dan jumlahnya terus bertambah setiap tahun.

"Pada 2021 jumlahnya hampir 200, kemudian bertumbuh menjadi 400 lebih pada 2022, dan 500 lebih di 2023. Tahun 2024 sudah lebih dari 600 desa wisata," ucap Arafah.

Menurut Arafah, peningkatan jumlah desa wisata tersebut didorong oleh keindahan alam Sulawesi Selatan yang alami serta dukungan infrastruktur transportasi yang memadai.

"Kita punya 24 kabupaten/kota dan lebih dari 300 pulau. Potensi pariwisata kita luar biasa karena hampir semua tempat di Sulawesi Selatan itu indah dan cantik," ujar dia.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026