Makassar (ANTARA) - Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman berharap Pemerintah Jepang melakukan pemetaan peluang kerja sebelum mengirim talenta atau SDM untuk bekerja di Negeri Sakura.
Jufri Rahman menegaskan bahwa ke depan, hubungan kerja sama harus berbasis kebutuhan industri di Jepang.
“Tadi saya sampaikan, kalau mau kerja sama sebaiknya pemerintah Jepang itu memetakan peluang-peluang lapangan kerja mana yang membutuhkan dan bisa diisi oleh orang Sulawesi Selatan," jelasnya saat menerima audiensi Konsulat Jenderal Jepang di Makassar, Ohashi Koichi, Rabu.
"Setelah itu, kirim instruktur dari Jepang ke Makassar lalu ajarkan teknologi apa yang dibutuhkan untuk kerja di sana. Setelah itu, fasilitasi mereka, bantu untuk masuk ke pasar kerja Jepang, industri mana yang membutuhkan,” tambah Jufri Rahman.
Ia menjelaskan, Jepang membuka peluang bagi tenaga kerja asing pada sejumlah sektor prioritas. Sulsel memiliki potensi kuat seperti perikanan, kultur rumput laut, maritim, dan rantai suplai agro.
Koordinasi pemetaan kebutuhan industri ini menjadi titik krusial agar link and match berjalan tepat sasaran.
Konsul Jenderal Jepang di Makassar, Ohashi Koichi, memberi apresiasi atas ruang dialog yang terbuka antara Pemprov Sulsel dan Pemerintah Jepang ke depannya
"Jadi hari ini kami sangat senang dapat tukar menukar pandangan yang itu sangat hasilnya baik bagi kedua negara. Maka saya mengharapkan silaturahim ini akan berjalan lancar ke depannya,” tuturnya.
Ohashi menjelaskan masih ada proses perubahan sistem imigrasi tenaga kerja asing di Jepang.
“Sedang berjalan untuk perubahan sistem keimigrasian jepang, bagi tenaga kerja asing. Kami dari Kantor Konsulat Jepang di Makassar berusaha dengan sepenuhnya supaya nanti mendapat melihat terobosan keadaan sekarang untuk kedepannya,” imbuhnya.
Pertemuan ini mendiskusikan agenda lanjutan kerja sama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dengan Pemerintah Jepang terutama dalam sektor pemetaan peluang kerja, persiapan penempatan tenaga kerja melalui sistem magang, dan peningkatan daya saing lulusan vokasi di Sulsel.

