Mamuju (ANTARA) - Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat mengajak generasi muda di daerah itu agar menghindari gaya hidup sedentari, namun harus bergerak aktif dan menjadikan aktivitas fisik dan olahraga sebagai gaya hidup sehat.
"Gaya hidup sedentari dan pola makan tinggi gula, lemak serta garam,.telah menyebabkan peningkatan kasus obesitas dan penyakit tidak menular (PTM) di kalangan usia muda," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar dr Nursyamsi Rahim, di Mamuju, Minggu.
Itu disampaikan Nursyamsi pada Talkshow Mamuju Run 2025 PLN Mobile yang dihadiri oleh komunitas pelari dan masyarakat umum di Kabupaten Mamuju.
Olahraga menurut Nursyamsi bukan hanya menjaga fisik, tetapi juga membentuk karakter seperti disiplin, tanggung jawab, kerja keras, dan sportivitas.
Nilai-nilai itu kata dia, sangat relevan dalam membangun generasi muda yang unggul dan berkarakter.
"Kalau anak muda sehat, maka masa depan bangsa akan kuat. Dari Mamuju, kita mulai gerakan sehat untuk Sulbar," ujar Nursyamsi.
Ia menyampaikan bahwa salah aktivitas fisik yang mudah dan murah adalah olahraga lari.
Olahraga lari menurut Nursyamsi, merupakan aktivitas sederhana dengan dampak luar biasa bagi kesehatan.
“Olahraga lari tidak membutuhkan alat mahal dan bisa dilakukan siapa saja, di mana saja. Yang terpenting adalah komitmen dan konsistensi untuk menjaga kesehatan," jelas Nursyamsi.
Nursyamsi berharap, melalui kegiatan edukatif seperti gelar wicara (talkshow) tersebut dapat mendorong tumbuhnya budaya hidup sehat, memperkuat kolaborasi lintas komunitas dan mempercepat terwujudnya visi Sulbar Maju dan Sejahtera
"Kegiatan seperti ini harus terus digalakkan untuk mendorong masyarakat, khususnya generasi muda agar menjadikan aktivitas fisik, minimal tiga kali seminggu sebagai kebiasaan baru sehingga anak muda lebih sehat dan produktif," terang Nursyamsi.
Sedentari adalah gaya hidup yang minim aktivitas fisik, sering ditandai dengan banyak duduk atau berbaring dalam waktu lama.
Ini merupakan pola hidup tidak sehat yang melibatkan aktivitas seperti menonton televisi berjam-jam, bermain video game atau bekerja di depan komputer tanpa banyak bergerak.
Dampaknya bisa negatif bagi kesehatan, meningkatkan risiko berbagai penyakit seperti obesitas, diabetes, penyakit jantung serta gangguan mental seperti depresi.

