Makassar (ANTARA) - Sebanyak tujuh pesantren di Sulawesi Selatan (Sulsel) berhasil meraih predikat Pesantren Ramah Anak melalui penilaian bersama dari UNICEF, Kanwil Kemenag dan Pemerintah Provinsi Sulsel.
Kepala Bidang Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Sulsel Muhammad Yunus di Makassar, Sabtu, mengatakan penilaian lomba Pesantren Ramah Anak dilakukan secara profesional oleh tim juri dari lintas sektor, sehingga hasilnya bisa dipertanggungjawabkan secara objektif.
"Garis besar dari pesantren ramah anak ini adalah upaya dan ikhtiar bersama dari Menteri Agama (KH Nasaruddin Umar) yang sangat serius dalam hal pesantren," ujarnya.
Muhammad Yunus mengatakan pesantren ramah anak adalah lingkungan pesantren yang aman, sehat, dan peduli terhadap hak-hak anak, termasuk perlindungan dari kekerasan, diskriminasi, dan perlakuan salah lainnya.
Tujuan dari program pesantren ramah anak adalah menciptakan lingkungan yang nyaman dan inklusif, dimana anak-anak merasa aman dan didukung untuk tumbuh kembang secara optimal, baik secara rohani, jasmani, maupun sosial.
"Program ini didukung oleh pemerintah melalui berbagai program seperti yang diluncurkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) serta kolaborasi dengan lembaga seperti UNICEF," katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia LP2M UIN Alauddin Makassar Rosmini menyampaikan penghargaan Pesantren Ramah Anak Sulawesi Selatan tahun ini menjadi ajang pembelajaran bagi semua pihak untuk terus membenahi dan memperbaiki pengelolaan pondok pesantren.
Ia menegaskan seluruh pesantren yang menerima penghargaan telah memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan, sehingga layak menjadi contoh bagi pesantren lainnya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan mendukung tumbuh kembang santri.
Dari 73 pesantren yang mengikuti seleksi, panitia melakukan penyaringan hingga menghasilkan 15 kandidat, kemudian mengerucut lagi menjadi 11, dan akhirnya menetapkan tujuh pesantren terbaik yang dianggap paling memenuhi indikator Pesantren Ramah Anak.
Ketujuh pesantren terbaik itu, yakni Pesantren Sultan Hasanuddin Gowa dengan kategori kebijakan dan regulasi terbaik, kemudian Pesantren Al Ikhlas Addary DDI Barru untuk kategori Lingkungan Asri.
Pada kategori pengasuhan terbaik jatuh kepada Al Ikhlas Ujung Bone, Pesantren Babul Khaer Bulukumba menjadi terbaik dengan kategori partisipasi santri terbaik.
Untuk kategori inovasi terbaik berhasil diraih oleh Pesantren IMMIM Putra Makassar dan Pesantren As'adiyah Sengkang, Wajo untuk kategori kemitraan terbaik.
Sementara terbaik pertama berhasil diraih Pesantren Ummul Mukminin Aisyiyah Makassar yang berhasil unggul dari berbagai aspek, mulai dari kebijakan, pengasuhan, lingkungan, hingga inovasi.

