Logo Header Antaranews Makassar

Sanitasi Komunal Makassar Dukung Pencapaian Target MDG's

Kamis, 15 Januari 2015 17:44 WIB
Image Print
"Program sanitasi komunal yang diimplementasi di lapangan ini tentu saja akan mendorong capaian Kota Makassar mencapai target pembangunan millennium (Millenium Development Goal`s) 2015...

Makassar (ANTARA Sulsel) - Sanitasi komunal di Kota Makassar yang mulai dilaksanakan di sejumlah wilayah di Kota Makassar dalam tiga tahun terakhir dinilai dapat mendukung pencapaian target MDG`s.

"Program sanitasi komunal yang diimplementasi di lapangan ini tentu saja akan mendorong capaian Kota Makassar mencapai target pembangunan millennium (Millenium Development Goal`s) 2015," kata Kadis Kesehatan dr Naisyah tun Asikin di Makassar, Kamis.

Menurut dia, program tersebut merupakan penjabaran program Pemerintah Indonesia melalui draft Rencana Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015 - 2019 yang mengamanatkan, pada 2019 Indonesia akan mencapai 100 persen akses air minum dan sanitasi (universal coverage) yang layak kepada seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.

Berkaitan dengan hal itu, Pemerintah Kota Makassar melalui Tim Pokja AMPL (Bappeda, Dinas PU, Badan Lingkungan Hidup Daerah, dan Dinas Kesehatan) bersatu-padu melakukan terobosan yang mengembangkan program sanitasi perkotaan berbasis masyarakat (SPBM) dengan membangun pengelolaan limbah rumah tangga dengan sistem instalasi pengolahan air limbah (IPAL) secara komunal.

"Dampak dari pengerjaan proyek IPAL ini untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih yang tentu saja akan menunjang pencapaian target kualitas hidup manusia," kata Naisyah.

Komitmen pemerintah Makassar dalam memperbaiki layanan sanitasi masyarakat perkotaan ini mengantarkan Makassar meraih prestasi melampaui daerah-daerah lain di Sulawesi Selatan.

Prestasi itu ditunjukkan dari hasil penilaian dari monitoring dan evaluasi otonomi award The Fajar Institute of Pro Otonomi (FIPO) pada 2013 maupun dari pemerintah pusat menempatkan Makassar mejadi juara terbaik untuk kategori khusus layanan sanitasi pada penganugerah otonomi awards tahun lalu.

Sementara itu, Kadis Pekerjaan Umum Kota Makassar Muh Anshar mengatakan, dalam mendukung program sanitasi komunal itu, Pemkot Makassar dalam meraih target MGD`s maupun impiannya menjadikan Makassar sebagai kota dunia, sejumlah lembaga donor asing turut membantu diantaranya lembaga donor Pemerintah Australia yakni AusAID.

Melalui skema kerjasama dana hibah infrastruktur sanitasi Australia Indonesia (sAIIG), Makassar berkesempatan untuk membangun sarana sanitasi untuk 1.520 sambungan rumah.

"Dukungan dana untuk pemasangan saluran limbah yakni Rp4 juta per sambungan rumah, sehingga estimasi dana yang akan didapat Makassar berjumlah Rp6,08 miliar untuk memenuhi kebutuhan sanitasi komunal sekitar 1,4 juta jiwa," katanya.

Adapun sistem hibah sanitasi ini diawali dengan pelaksanaan pembangunan dengan sumber dana dari APBD, kemudian setelah rampung akan mendapatkan "reimbush" oleh Pemerintah Australia.

Saat ini lokasi yang telah memiliki pengelolaan limbah komunal (massal) diantaranya Kelurahan Bulurokkeng, Kecamatan Biringkayya, Kelurahan Rappokalling, Kecamatan Tallo dan Kecamatan Tamalate. Agus Setiawan



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026