
Hari ibu, Gubernur ajak masyarakat Sulbar gaungkan semangat perjuangan perempuan

Mamuju (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka mengajak seluruh masyarakat di daerah itu untuk terus menggaungkan semangat perjuangan perempuan Indonesia, sekaligus menegaskan bahwa isu kesetaraan gender seharusnya tidak lagi menjadi polemik.
"Mari kita terus menggaungkan semangat perjuangan perempuan Indonesia. Hampir semua jabatan strategis pernah diisi oleh perempuan Indonesia. Artinya, kita sudah menerima kesetaraan itu dengan baik,” kata Suhardi Duka, pada peringatan ke-97 Hari Ibu di Mamuju, Senin.
Suhardi menegaskan bahwa peran perempuan Indonesia telah terbukti sejak masa perjuangan hingga masa pembangunan.
Pada 22 Desember 1927, kata Suhardi, perempuan Indonesia telah membentuk Perkumpulan Perempuan Indonesia untuk perjuangan, yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Ibu.
"Dalam mengisi kemerdekaan, perempuan Indonesia juga telah membuktikan perannya, ada yang menjadi presiden, pimpinan lembaga tinggi negara, menteri, gubernur, bupati hingga pengusaha," ujarnya.
Gubernur menekankan bahwa peran perempuan sebagai ibu merupakan peran yang tidak tergantikan.
"Kalau presiden, gubernur atau pejabat bisa digantikan oleh laki-laki, tetapi peran seorang ibu tidak bisa tergantikan. Itu adalah hak istimewa kaum perempuan. Bahkan surga berada di telapak kaki seorang ibu," terangnya.
Keberhasilan seorang laki-laki kata dia, tidak terlepas dari peran perempuan yang setia mendampingi.
Karena itu, ia menegaskan bahwa kesetiaan harus menjadi nilai bersama, bukan hanya dituntut kepada perempuan, tetapi juga kepada laki-laki.
Suhardi juga membagikan pengalaman pribadinya sebagai politisi yang tidak terlepas dari peran sang istri.
"Dalam perjalanan hidup sebagai politisi, saya banyak dibantu oleh istri. Publik tidak hanya menilai saya sebagai individu, tetapi juga menilai siapa istri saya," katanya.
Ia menyebut bahwa keberhasilan seorang ibu dapat dilihat dari kemampuannya menjaga keharmonisan rumah tangga serta membina dan mendidik anak-anaknya.
“Saya melihat keluarga saya sendiri. Ayah saya hanya tamat SD, tetapi anak-anaknya bisa menjadi sarjana dan pejabat. Saya yakin ada peran doa dan keteladanan seorang ibu di dalamnya," katanya.
Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh perempuan di Sulbar yang telah berperan besar dalam membina keluarga dan melahirkan generasi emas masa depan.
"Kekuatan suatu bangsa terletak pada kekuatan ibu-ibunya. Kuat dalam keteladanan, iman, budaya dan kecerdasan berpikir anak-anaknya. Selamat Hari Ibu ke-97. Terus berkarya untuk Indonesia dan Sulbar," katanya.
Pewarta : Amirullah
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
