Logo Header Antaranews Makassar

Gawat, drone di kediaman Putin muat peledak kekuatan tinggi

Rabu, 31 Desember 2025 19:12 WIB
Image Print
Warga memperbaiki bangunan yang rusak setelah terkena serangan drone dan rudal balistik Russia di Kiev, Ukraina, Jumat (14/11/2025) waktu setempat. Serangan tersebut melukai sejumlah warga dan merusak hingga memicu kebakaran bangunan di sejumlah distrik. ANTARA FOTO/Xinhua/Li Dongxu/sgd

Moskow (ANTARA) - Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan salah satu drone Ukraina yang diarahkan ke kediaman Presiden Vladimir Putin membawa bahan peledak berkekuatan tinggi seberat enam kilogram, berdasarkan analisis puing-puing drone yang ditembak jatuh.

Dalam sebuah video yang dirilis kementerian tersebut pada Rabu, seorang personel militer Rusia mengatakan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan drone tersebut merupakan varian Chaklun-V dengan hulu ledak bahan peledak berkekuatan tinggi seberat enam kilogram atau sekitar 13 pon.

Pernyataan itu menyusul klaim Moskow bahwa Ukraina melancarkan serangan drone besar-besaran ke wilayah Rusia dalam beberapa hari terakhir, termasuk yang menargetkan kawasan sensitif tempat kediaman presiden berada.

Sebelumnya pada Senin, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan bahwa Ukraina telah melancarkan serangan menggunakan 91 drone dalam semalam, dari 28 hingga 29 Desember, dengan sasaran kediaman presiden Rusia di wilayah Novgorod.

Lavrov menegaskan seluruh drone tersebut berhasil dicegat dan dihancurkan oleh sistem pertahanan udara Rusia.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026