Mamuju (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) di daerah itu tetap optimistis di tengah efisiensi anggaran, dan tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
"Kondisi tahun ini tidak ringan. Namun saya meminta semangat pelayanan publik tidak ikut melemah, meski anggaran mengalami penyesuaian akibat pemangkasan dari pemerintah pusat," kata Suhardi Duka, pada apel virtual bersama seluruh ASN lingkup Pemprov Sulbar, di Mamuju, Senin.
Gubernur mengajak seluruh ASN di Sulbar tetap optimistis menatap tahun 2026.
"Pelayanan publik tetap harus berjalan karena anggaran untuk itu tetap dialokasikan. Hanya saja efisiensi ini untuk memotong semua hal-hal yang tidak penting," jelas Suhardi Duka.
Gubernur juga meminta seluruh perangkat daerah menerapkan efisiensi agar penggunaan anggaran lebih tepat sasaran.
Suhardi Duka juga mengingatkan pentingnya keberanian dalam mengambil keputusan dan meminta setiap pejabat tidak ragu menentukan langkah, selama siap bertanggung jawab dan siap memikul konsekuensi.
"Setiap pengambilan keputusan harus dipertanggungjawabkan. Namun, jangan takut mengambil keputusan, dan kalau takut silahkan mundur dari jabatan," tegas Suhardi Duka.
Sementara, Wakil Gubernur Sulbar Salim S Mengga menegaskan bahwa seluruh pesan yang disampaikan Gubernur harus menjadi cambuk bagi ASN untuk bekerja lebih optimal, disiplin dan berani mengambil keputusan sesuai kewenangan masing-masing.
"Disiplin dan keberanian mengambil keputusan adalah hal yang sangat penting dalam memimpin sebuah institusi, termasuk di tingkat kepala bidang. Apa yang disampaikan pak Gubernur harus menjadi motivasi bagi kita semua," kata Salim Mengga.
Ia menjelaskan bahwa apel virtual tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kedisiplinan ASN, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kinerja yang optimal di lingkungan OPD.
Sehingga lanjut Wagub, apel virtual tersebut harus ditindaklanjuti dengan penguatan sistem kehadiran di masing-masing OPD.
"Ke depan, setiap OPD wajib memiliki data kehadiran ASN secara jelas. Berapa yang hadir, berapa yang tidak hadir dan apa alasannya, apakah dinas luar, sakit atau tanpa keterangan. Semua itu harus dilaporkan kepada Sekda," tegasnya.
Langkah tersebut menurut Wagub merupakan bagian dari upaya penegakan disiplin dan pembentukan budaya kerja yang tertib, profesional dan bertanggung jawab, mengingat tantangan pemerintahan yang semakin kompleks.
"Tantangan kita ke depan semakin berat. Karena itu, dibutuhkan kinerja dan tanggung jawab yang optimal dari seluruh ASN. Saya berharap pada apel berikutnya, kita sudah dapat melihat tingkat kehadiran dan kedisiplinan di setiap bidang," tambahnya.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Sulbar Muhammad Ridwan Djafar, menyatakan komitmennya menjalankan kebijakan gubernur, khususnya dalam penerapan efisiensi anggaran dan optimalisasi pelayanan publik berbasis digital.
Keberanian dalam mengambil keputusan menurut Ridwan Djafar sangat dibutuhkan dalam menghadapi tantangan birokrasi dan dinamika pelayanan publik ke depan.
Dinas Kominfo SP Sulbar kata dia, akan terus mendorong pemanfaatan teknologi informasi secara maksimal guna meningkatkan efektivitas kerja perangkat daerah serta transparansi dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Menurutnya, digitalisasi layanan menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan cepat, tepat, dan akuntabel.
"Efisiensi anggaran harus dibarengi dengan inovasi. Melalui pemanfaatan teknologi informasi, kami berupaya memastikan setiap program dan kegiatan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Ridwan Djafar.

