
Tiga daerah di Sulsel jadi proyek percontohan eliminasi Tb anak pada 2026

Makassar (ANTARA) - Sebanyak tiga daerah di Sulawesi Selatan yakni Kota Makassar, Kabupaten Gowa dan Pinrang menjadi daerah yang dipilih dalam pelaksanaan proyek percontohan terhadap eliminasi Tubercolousis (Tb) pada anak dan remaja di Sulsel tahun 2026.
Kegiatan yang diinisiasi Unicef Indonesia bekerja sama Yayasan Masyarakat Peduli Tuberkulosis (Yamali Tb) dan Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel itu merupakan Program Sentra TB Anak pertama yang berbasis di sekolah dan komunitas selama tiga bulan.
"Jadi kegiatannya itu adalah piloting kampanye Tb berbasis anak dan remaja. Bersama Unicef, kita coba eliminasi Tb khusus pada anak dan remaja," kata Ketua Yamali Tb Kasri Riswadi pada pertemuan Orientasi Program Eliminasi Tb Anak di Makassar, Kamis.
Selain untuk meningkatkan cakupan penemuan kasus, tujuan giat ini juga guna menambah cakupan pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). Termasuk agar lebih banyak anak dan remaja yang memperoleh informasi mengenai Tb..
Kasri menjelaskan bahwa pihajnya bersama Unicef tengah menggodok media KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) yang akan memanfaatkan teknologi melalui pelibatan para influencer dalam kampanye pencegahan dan penanganan Tb.
"Jadi edukasi dikuatkan. Kalau ada kasus ya tentu kita tindak lanjuti, kita obati, kita dampingi. Kalau ada kontak, kita dorong untuk menerima TPT," kata Kasri.
Penanggung Jawab Program TB Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan Andi Julia Junus menyampaikan bahwa intervensi terhadap anak dan remaja terkait TBC perlu dilakukan lantaran tingginya kasus TBC pada anak, khususnya di tiga wilayah terpilih.
Dinas Kesehatan Sulsel mencatat terdapat sebanyak 1.693 kasus pada anak selama 2025. Namun data ini masih akan terus bertambah sebab pengumpulan data masih berlangsung.
"Intervensi seperti skrining memang sudah seharusnya dilakukan pada anak karena cukup susah mendapatkan dahak mereka. Sehingga tak jarang hasilnya negatif palsu dan bisa berakibat pada penularan TBC," kata Julia.
Hal senada juga disampaikan Health Specialist UNICEF Wilayah Sulawesi Maluku Badwi M Amin bahwa TBC pada anak tidak sama pada kalangan dewasa sehingga membutuhkan edukasi ekstra ke tatanan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
Pada tiga daerah yakni Kota Makassar, Kabupaten Gowa dan Pinrang akan dipilih masing-masing desa atau kelurahan yang melakukan upaya terintegrasi dengan melibatkan puskesmas, pemerintah desa dan masyarakat.
"Sangat penting soal edukasi bahwa TBC ini bukan sesuatu yang harus ditakuti tetapi harus mendapat perhatian. Makanya kita masuk melalui desa ramah TB atau desa peduli TB yang memastikan anak-anak, remaja dan orangtua di daerah itu telah diperiksa dan tidak memiliki indikasi penderita TB," urainya.
Sebagai langkah awal, telah dilakukan pertemuan orientasi program dalam merealisasikan Program Sentra TBC Anak di Kabupaten Gowa dan Kota Makassar, kemudian selanjutnya segera digelar di Kabupaten Pinrang. Kegiatan ini melibatkan lintas sektor, termasuk dari Dinas Pendidikan, Kemenag maupun pihak kecamatan, kelurahan atau desa dan OPD terkait.
Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
