Logo Header Antaranews Makassar

Ribuan orang ikuti aksi protes kebijakan Presiden Trump di New York

Senin, 12 Januari 2026 13:15 WIB
Image Print
Massa mengikuti unjuk rasa menentang serangan AS ke Venezuela di New York, 3 Januari 2026. ANTARA/HO-Xinhua/Zhang Fengguo/pri.

New York (ANTARA) - Ribuan orang turun ke jalanan di New York untuk memprotes kebijakan pemerintahan Presiden AS Donald Trump, menurut laporan dari seorang koresponden RIA Novosti.

Para pengunjuk rasa berpawai di sepanjang Fifth Avenue, tempat Trump Tower berada.

Mereka membawa spanduk yang mengkritik Badan Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE), tindakan AS terhadap Venezuela, dan kebijakan negara saat ini. Slogan-slogan yang mereka teriakkan antara lain "Tidak ada raja," "Tidak ada ICE," dan "Tidak ada perang!".

Pada pukul 14.30 (waktu setempat), protes berlangsung dengan damai, tanpa campur tangan polisi.

Baca juga: 80 korban tewas akibat operasi militer AS di Venezuela

Baca juga: AS kerahkan 150 Pesawat dari 20 pangkalan dalam serangan di Venezuela

Pada 3 Januari, AS melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela, menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dan membawa mereka ke New York.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Maduro dan Flores akan diadili karena diduga terlibat dalam "narkoterorisme" dan menimbulkan ancaman, termasuk bagi AS.

Mahkamah Agung Venezuela untuk sementara waktu mentransfer tugas kepala negara kepada Wakil Presiden Delcy Rodriguez, yang secara resmi dilantik sebagai presiden sementara di hadapan Majelis Nasional pada 5 Januari.

Baca juga: Presiden Venezuela nyatakan tidak bersalah atas semua dakwaan di pengadilan New York

Rusia, China, dan Korea Utara mengecam keras tindakan AS.

Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan solidaritas untuk rakyat Venezuela dan menyerukan pembebasan Maduro dan istrinya, serta pencegahan eskalasi situasi lebih lanjut.

Sumber: Sputnik-OANA



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026